Min.co.id ~ Cirebon ~ Setelah 15 hari berjibaku melawan dampak banjir Sungai Tuntang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya berhasil memulihkan dua jalur rel di Km 32+5/7 antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug, Kabupaten Grobogan.
Kini, perjalanan kereta kembali berjalan normal tanpa harus memutar, bahkan lebih cepat dari target semula.
Direktur Pengelolaan Prasarana KAI, Heru Kuswanto, menegaskan keberhasilan ini adalah hasil kerja sama solid antara KAI, Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah (BPT Jateng), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Dukungan masyarakat dan aparat keamanan turut mempercepat proses pemulihan.
“Ini bukan hanya soal memperbaiki rel, tapi juga membuktikan bahwa dengan kolaborasi dan kerja keras, tantangan sebesar apa pun bisa diatasi,” ujar Heru.
Sebagai langkah antisipasi, KAI melakukan berbagai uji coba menggunakan Kereta Perawatan Jalan Rel (KPJR) dan lokomotif. Kecepatan perjalanan dinaikkan secara bertahap dari 5 km/jam hingga 30 km/jam, hingga akhirnya jalur dinyatakan aman untuk operasional penuh.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Rokhmad Makin Zainul, menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pemulihan.
“Setiap jalur yang dipulihkan harus memenuhi standar keselamatan tertinggi. Kami terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar perjalanan tetap aman dan nyaman,” jelasnya.
Dengan pulihnya jalur ini, perjalanan kereta lintas Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya kini kembali berjalan sesuai rute semula.
KA Airlangga (KA 272) menjadi kereta pertama yang melintas di jalur hulu pasca perbaikan pada pukul 17.53 WIB, sehari lebih cepat dari target awal 5 Februari 2025.
Tak hanya memperbaiki jalur, KAI juga membangun tanggul serta sistem pengamanan tambahan untuk mencegah dampak banjir di masa mendatang.
“Kami mengapresiasi kesabaran pelanggan selama masa pemulihan ini. KAI akan terus berupaya meningkatkan layanan agar tetap aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Rokhmad.
Kini, perjalanan kembali normal, rel telah pulih, dan kereta melaju tanpa hambatan. KAI membuktikan bahwa keandalan transportasi rel tetap terjaga, bahkan di tengah tantangan besar.(*)
Editor : Achmad










Komentar