Min.co.id – Indramayu – Upacara peringatan hari infanteri yang ke-74 tahun 2022 dengan tema “INFANTERI YANG MODERN DAN SELALU DI HATI RAKYAT.” sebagai inspektur upacara Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf Ruhiyat, bertempat di Tugu Perjuangan Kab. Indramayu Desa Pekandangan Kec. Indramayu Kab. Indramayu. Senin (19/12/2022).
Dalam kegiatan tersebut Komandan Upacara Danramil 1609/Juntinyuat, Kapten Inf Sudiyanto, Perwira Upacara Danramil 1602/Sindang Kapten Inf Effendi, Pengucap Sapta Marga Kopda Sukandi dan Danki Pasukan Upcara Batuud Koramil 1601/Indramayu Peltu Hendrawan.
Komandan Fussenif Letjend TNI Arif Rahman, MA dalam amanatnya, yang dibacakan oleh Inspektur upacara Kasdim 0616/Indramayu Mayor Inf Ruhiyat bahwa kita sebagai insan yang beriman dan bertakwa marilah kita panjatkan puji dan syukur hadirat Tuhan yang maha kuasa karena atas rahmat dan hidayahnya pada hari ini kita dapat melaksanakan upacara dalam rangka memperingati hari infanteri ke-74 tahun 2022 dalam keadaan sehat walafiat.
Dan selaku komandan pusat kesenjataan infanteri saya ucapkan terima kasih juga penghargaan yang setinggi-tingginya kepada prajurit korps infanteri di manapun berada dan bertugas sehingga atas pengabdian dan pengorbanan sampai dengan saat ini mampu mengharumkan nama baik korps infanteri dalam rangka mendukung tugas pokok TNI angkatan darat.
Kemudian Kasdim menceritakan Latar belakang historis lahirnya hari Ivan tidak terlepas dari keberhasilan perang gerilya di bawah komando panglima besar jenderal Sudirman Berdasarkan keputusan panglima besar jenderal Sudirman yang tertuang dalam perintah kilat nomor 1/PB/D/48/ tanggal 19 Desember 1948, perang gerilya dilaksanakan oleh angkatan perang yang didukung penuh oleh rakyat di tiap-tiap kantong perlawanan (wehrkreise)
Panglima besar Jenderal Sudirman Sudirman memimpin langsung para pejuang saat melawan Belanda dengan menggunakan senjata tradisional dan perlengkapan perang yang terbatas para pejuang kita mampu mengatasi tentara Belanda yang sudah memiliki senjata modern periode perlawanan yang diterapkan yaitu serbu dan lari (hit and run) berasal dari basis gerilya yang tidak mengenal waktu operasi.
Lanjutnya, para pejuang melakukan penyerangan ke pos-pos yang dijaga Belanda atau saat konvoi taktik tersebut membuat Belanda bingung dan kewalahan karena melakukan penyerangan tiba-tiba para pejuang bergerak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan cara berjalan kaki strategis dan taktik tersebut membuat pasukan Belanda lemah dan kalah sehingga mereka terpaksa mundur.
Dari peristiwa tersebut kita bisa mengambil nilai-nilai berupa jiwa nasionalisme, cinta tanah air, rela berjuang pantang menyerah dan manunggal dengan rakyat nilai-nilai tersebut harus selalu terpatri dalam jiwa dan sikap serta perilaku setiap prajurit korps infanteri.
Sementara itu, Kasdim juga mengintrusikan agar seluruh prajurit korps Infanteri imampu menjadi pelopor dalam mengatasi kesulitan rakyat di sekitarnya selain itu untuk selalu berdiri kokoh di atas pondasi jati diri prajurit sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan profesional selain itu tingkatkan semangat jiwa bangsa yang positif namun jangan sampai terjebak dalam jiwa korsa yang sempit.
Mengacu harapan-harapan di atas saya menilai tema hari ini ke-74 ini yaitu “INFANTERI YANG MODERN DAN SELALU DI HATI RAKYAT” adalah sangat tepat dan patut dijadikan pedoman dan arah bagi prajurit korupsi dalam mengemban tugas di di masa yang akan datang.
Demikian amanat saya semoga tuhan yang maha esa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingannya kepada kita sekalianu dalam mengabdi kepada bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia yang sangat kita cintai ini. Ucapnya.
Selain itu, dalam memperingati Hari Infanteri Ke – 74 kodim 0616/Indramayu juga melakukan pemotongan tumpeng oleh Dandim Letkol Arm Andang Radianto,. S.A.P yang langsung diserahkan kepada perwira senior Mayor Inf Ruhiyat. (Andry).










Komentar