Min.co.id – Majalengka – Dandim 0617/Mjlk sangat kecewa dengan terlontar bahasa yang mengatakan bahwa TNI seperti grombolan yang lebih dari ormas dalam dengar pendapat di gedung DPR RI Jakarta beberapa waktu lalu.
Hal ini diutarakan Dandim 0617/Mjlk saat diwawancarai beberapa awak media terkait pernyataan dari Efendi Simbolon yang mengatakan bahwa “TNI seperti gerombolan” di ruang vapiliun Makodim, Kamis (15/9/2022).
Menurut Dandim 0617/Mjlk Letkol Inf Danang Biantoro seharusnya tokoh publik seperti Efendi Simbolon yang seorang anggota DPR RI jangan menarik TNI ke ranah politik.
Jangan sampai ada upaya memecah belah antara TNI dengan rakyat karena TNI dengan rakyat sudah menjadi satu kesatuan dalam bernegara, sudah saling bahu membahu sejak perjuangan berkolaborasi setelah kemerdekaan dengan bekerja untuk rakyat.
Walaupun sudah melewati masa kemerdekaan, tetapi TNI masih selalu bersama rakyat dengan contoh adanya kegiatan vaksinasi dan bantuan bantuan kepada rakyat menghadapi berbagai rintangan bersama rakyat.
“Maka dengan ini, kalau kami selaku prajurit gak ada sikap akan semakin dipecah belah nantinya, kesetiaan kami sebagai TNI jangan diragukan, dengan kejadian seperti ini kita sudah tersakiti betul,” ungkapnya.
Bagaimana tidak sakit dan kecewa selama ini perjuangan TNI sudah berjuang dengan rakyat sekuat tenaga dari mulai kemerdekaan sampai sekarang sudah merdeka tetap satu kesatuan, hati TNI sama dihari hanya satu merah putih.
Prajurit TNI bereaksi keras karena dikatakan grombolan dan tak lebih dari ormas, ini sangat mengecewakan masa perbuatan TNI disamakan dengan grombolan, kan sangat tidak etis, tegas Danang.
Kami sebagai prajurit TNI akan tetap solid satu komando, TNI tegak lurus terhadap negara dan oatuh kepada pemimpin, setiap kebijakan dari pimpinan itu merupakan perintah.
Pesan Dandim 0617/Mjlk Letkol Inf. Danang menegaskan bahwa kita jatuh bukan dari batu besar tapi batu kecil, jangan sampai menjadikan mulutmu adalah harimaumu, jangan ada lagi pihak atau oknum yang berusaha untuk menggoyang TNI, memecah belah dan mengganggu, hati-hati dalam berkata dan berbuat tingkah laku jangan sembarang membuat narasi dan jangan ada lagi yang mengusik TNI,
TNI sudah berbuat untuk negara dan rakyat.
Dengan lubuk hati yang dalam kami prajurit agar diketahui rakyat bahwa TNI tetap solid dan tetap utuh bersama rakyat, kami profesional saya mengatakan ini karena cinta terhadap institusi kami TNI. Kita tetap sama dan janji tetap setia kepada negara dan panglima, pungkasnya. (red)










Komentar