Dede Aif Mushoffa, SH Siap Dampingi PKL yang Viral di Medsos

Min.co.id – Majalengka – Aspek5 tidak main-main untuk membantu PKL yang viral saat diunggah oleh beberapa orang dalam akun media sosial Facebook dan lainnya.

Dalam unggahan video tersebut mempertontonkan keributan PKL di Jl. Abdul Halim Majalengka yang kejadian sebenarnya sudah lama, menanggapi hal tersebut Aspek5 akhirnya melakukan diskusi dan meminta pendampingan seorang pengacara untuk kejadian sekarang ini.

Dede Aif Mushoffa, SH yang lebih akrab disapa Kang Aif, dirinya menyatakan siap membantu PKL yang viral di medsos tersebut untuk melakukan pendampingan hukum dalam mencapai keadilan khususnya pencemaran nama baik, jika tenaga dan pemikirannya diperlukan dirinya sangat siap membantu untuk menyelesaikan permasalah ini ungkapnya kepada min.co.id di kediamannya di Maja, Majalengka, Jumat (29/7/2022).

Kang Aif ikut prihatin dan sangat menyesalkan beberapa akun media terutama Facebook yang memviralkan emak-emak lagi bertengkar tersebut. Karena selain bisa merugikan nama baik orang lain, juga bisa mempermalukan daerahnya sendiri, jadi segala sesuatu yang akan merugikan kehidupan orang harus banyak dipertimbangkan, katanya.

Masih menurut Kang Aif, “Padahal sekarang sudah jelas bahwa aturan hukum mengatur semua regulasi untuk pencemaran nama baik ini akan dan bisa dijerat oleh Undang Undang ITE yang berlaku saat ini, dimana bila merasa dicemarkan bisa langsung melaporkan ke penegak hukum dan sangat dilindungi oleh negara,” ucapnya.

Menurut Kang Aif selain media sosial yang dilaporkan dan diskusikan oleh pengurus Aspek5 adalah media mainstream juga ikut menayangkan dan memberitakan kejadian tersebut, sangat disayangkan tanpa konfirmasi ini juga menjadi perhatian khusus bagi dirinya.

Karena dengan adanya pemberitaan tersebut, sekarang mereka para PKL yang ada terlibat di video viral tersebut menurut Humas Aspek5 Jenal bahwa mereka merasa cemas dan merasa malu juga tidak bisa keluar secara normal seperti biasa karena selalu ada yang menanyakan kejadian tersebut, jadi sangat sedih menurut korban kalau terus-terusan harus menjawab pertanyaan keluarga, tetangga bahkan orang-orang yang menelepon. Jadi tidak nyaman bila ada diluar rumah, pungkasnya. (red)

Komentar

News Feed