Min.co.id-Indramayu – Sosok wanita pengrajin tempe di Desa Puntang Blok Gudang garam Rt 02 Rw 01, yang bernama ERIYANTI tersebut mulai membangun usahanya semenjak tahun 2015 hingga sekarang. Senin (1/03/2021).
Dia membangun usahanya seorang diri alias single parent dengan menafkahi 4 orang anak , dan berjibaku di tengah sulitnya masa pandemi covid-19 ini, siapa saja terkena imbas akibat Corona ini terlebih soal ekonomi. Dia tetap berjuang meski dimana harga kacang kedelai naik tajam hingga mencapai harga Rp. 11.000/Kg
Disamping itu ia belum mempunyai karyawan, dikerjakan seorang diri dengan tenaga manual untuk memproduksi tempe tersebut, Selama ini ia baru mampu memproduksi 15 – 17kg/harinya. dengan omset kurang lebih Rp. 300.000,./harinya.itupun ia dapatkan dalam keadaan dan situasi normal, Namun yang sekarang ia rasakan saat ini (masa pendemi) begitu sulit mencapai omset yang sesuai dengan jumlah produksi.
“Saaat ditemui wartawan min.co.id ia mengatakan,” Betul pak, kami produksi sendiri semua dengan cara manual dan kami belum punya karyawan, dan kami jual tempe ini keliling ke warung-warung yang sudah atau belum berlangganan dengan kami, “Ujarnya.
Kemudian di tempat yang sama ia menjelaskan,” kami ini pengrajin tempe kecil-kecilan, kami butuh perhatian dari pihak pemerintah, baik pusat maupun daerah, terlebih selama bulan Pebruari kemarin Desa kami mengalami bencana banjir yang merendam pemukiman termasuk rumah dan tempat produksi kami mengalami dampak tersebut . Jadi yang kami butuhkam sederhana saja pak yaitu bimbing dan dukung kami dari segi produksi hingga cara penjualannya, syukur-syukur mengenai permodalannya,” pinta Eriyanti.
Saat di konfirmasi oleh wartawan min.co.id Camat Losarang Drs. H. Suratno Sukarja M. Si menjelaskan,” Kami Apresiasi sosok tangguh ibu tersebut ditengah pandemi Covid19 dan pasca banjir ini masih bisa bertahan membangun usahanya, namun kami terus terang tidak bisa memberi janji apapun karena ini adalah wewenang Dinas Koperasi dan Perdagangan Indramayu, Tetapi kami tetap akan saya sampaikan ke Dinas tersebut, “Tutup Suratno Sukarja.(ikhwan)










Komentar