Min.co.id | Ciamis — Rasa aman di lingkungan tempat tinggal bukan hanya soal tidak adanya tindak kriminalitas. Warga juga membutuhkan kepastian bahwa ketika ada sesuatu yang mencurigakan, mereka tahu harus mengadu dan ada petugas yang siap merespons.
Kebutuhan itulah yang menjadi salah satu perhatian dalam patroli dialogis Polsek Rajadesa, Kabupaten Ciamis, Kamis (5/11/2026).
Dua personel Polsek Rajadesa, Aipda Rony Slamet dan Aipda Rudi Permana, turun ke sejumlah titik untuk memantau situasi keamanan sekaligus berkomunikasi langsung dengan masyarakat.
Patroli yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menyasar kawasan permukiman, objek vital, tempat berkumpul warga, pusat keramaian, serta sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan kriminalitas maupun kecelakaan lalu lintas.
Di tengah kegiatan itu, polisi tidak hanya berkeliling memantau keadaan. Komunikasi dengan warga juga menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi lingkungan dan perkembangan situasi keamanan di wilayah setempat.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melalui Kapolsek Rajadesa IPTU Radius Windhu A. mengatakan patroli dialogis dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan.
“Patroli dialogis dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan Polri kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, anggota kepolisian dapat memantau langsung situasi wilayah, menjalin komunikasi dengan warga serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya,” ujar Radius.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Jika mengetahui kejadian atau potensi gangguan keamanan, warga diharapkan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian.
Upaya menjaga keamanan lingkungan memang tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat. Warga yang mengenal kondisi wilayahnya sehari-hari juga memiliki peran penting dalam mendeteksi persoalan sejak awal.
Komunikasi antara masyarakat dan kepolisian menjadi salah satu cara agar informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih cepat.
Kehadiran petugas di kawasan permukiman dan pusat aktivitas warga diharapkan tidak sekadar menjadi pemandangan sesaat, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Selama patroli berlangsung, situasi di wilayah yang dipantau dilaporkan aman dan kondusif. Tidak ada gangguan menonjol yang dilaporkan dalam kegiatan tersebut.
Bagi warga, keamanan lingkungan pada akhirnya bukan hanya tentang polisi yang datang berpatroli. Lebih dari itu, masyarakat membutuhkan komunikasi yang mudah, respons ketika terjadi persoalan, dan upaya pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Sebab, lingkungan yang aman tidak tercipta hanya karena petugas sesekali melintas. Keamanan tumbuh ketika polisi dan masyarakat saling mengenal, berkomunikasi, serta bersama-sama menjaga wilayah tempat mereka tinggal.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar