Min.co.id | Bandung — Ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat menyampaikan aspirasi di sejumlah titik strategis Kota Bandung, Rabu (28/10/2026). Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang petang itu terpantau berjalan tertib dan berakhir tanpa gesekan berarti.
Kawasan Gedung DPRD Jawa Barat hingga Jalan Sulanjana menjadi beberapa titik berkumpulnya massa. Di tengah penyampaian orasi dan tuntutan, aparat kepolisian berjaga untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan kegiatan berlangsung sesuai ketentuan penyampaian pendapat di muka umum.
Bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi, situasi yang tertib menjadi hal penting. Penyampaian aspirasi dapat berlangsung, sementara ruang publik dan kegiatan warga tetap diupayakan berjalan beriringan.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, pengamanan dilakukan melalui koordinasi jajaran Polda Jabar dan Polrestabes Bandung. Petugas di lapangan, menurut dia, mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta komunikasi dengan orator dan koordinator lapangan.
Pendekatan tersebut diarahkan agar peserta aksi dapat menyampaikan tuntutan secara teratur tanpa memicu gangguan keamanan maupun ketertiban umum.
Pengawasan terhadap personel juga dilakukan langsung oleh Kabid Propam Polda Jabar Kombes Pol. Mochamad Yoris Maulana Yusuf Marzuki. Ia turun ke lapangan untuk memantau pelaksanaan pengamanan sejak awal hingga seluruh rangkaian aksi selesai.
Pemantauan internal itu menjadi bagian dari upaya memastikan anggota menjalankan tugas secara profesional dan tetap mengedepankan sikap humanis ketika berhadapan dengan masyarakat.
Pengamanan berlanjut hingga massa meninggalkan lokasi demonstrasi. Rombongan pejalan kaki maupun kendaraan peserta aksi mendapat pengawalan kepolisian menuju titik kepulangan masing-masing.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga proses pembubaran massa tetap tertib serta mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan setelah kegiatan berakhir.
Polda Jabar menyebut seluruh rangkaian aksi pada 28 Oktober 2026 berlangsung aman dan terkendali. Situasi ini tidak terlepas dari koordinasi petugas serta keterlibatan peserta aksi dalam menjaga ketertiban selama kegiatan.
Namun, pengamanan demonstrasi bukan semata-mata soal menjaga massa tetap tertib. Di dalamnya juga terdapat tanggung jawab untuk melindungi hak masyarakat menyampaikan pendapat, menjaga keselamatan peserta, dan memastikan kepentingan warga lain tidak terabaikan.
Harapannya, ruang demokrasi di Kota Bandung tetap terbuka dan setiap aspirasi dapat disampaikan secara damai, sementara aparat menjalankan tugas secara profesional, proporsional, serta menghormati hak-hak masyarakat.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jawa Barat,Diolah Redaksi










Komentar