Min.co.id | Ciamis – Malam di Kawali, Kabupaten Ciamis, tidak hanya dipenuhi pertunjukan seni. Di tengah keramaian masyarakat yang datang menyaksikan Nyiar Lumar dan Pagelaran Seni Budaya 2026, sejumlah personel kepolisian berjaga hingga dini hari untuk memastikan tradisi budaya tersebut berlangsung tertib.
Pengamanan dilakukan Polsek Kawali bersama personel Polres Ciamis sejak Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 15.15 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pukul 02.10 WIB. Kegiatan dipusatkan di Halaman Kantor Kecamatan Kawali dan kawasan Situs Astana Gede Kawali, Dusun Indrayasa, Desa Kawali, Kecamatan Kawali.
Sebanyak 24 personel Polres Ciamis diterjunkan untuk mengamankan rangkaian kegiatan. Pengamanan turut diperkuat sekitar enam personel Koramil 1307/Kawali sebagai bagian dari sinergi TNI-Polri.
Bagi masyarakat Kawali, Nyiar Lumar bukan sekadar agenda pertunjukan. Tradisi yang digelar dua tahunan tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali jejak sejarah dan kebudayaan Sunda yang berkaitan dengan kawasan Astana Gede Kawali.
Beragam kesenian ditampilkan dalam kegiatan tahun ini. Pertunjukan tersebut antara lain Debus, Dangiang Surawisesa, kawih, tari, Guar Carita Galuh dan Nyiar Lumar, Lalampahan Genjring Ronyok, hingga pertunjukan kolosal Perang Bubat dan Ronggeng Gunung.
Keramaian yang berlangsung hingga lewat tengah malam membuat pengamanan tidak hanya berfokus pada area pertunjukan. Petugas juga mengantisipasi kepadatan masyarakat dan potensi gangguan keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Sebelum pengamanan dimulai, personel mengikuti apel persiapan untuk memastikan pembagian tugas dan kesiapan di lapangan. Petugas kemudian ditempatkan pada sejumlah titik sesuai kebutuhan pengamanan kegiatan.
Kapolsek Kawali Polres Ciamis AKP Iis Yeni Idaningsih mengatakan kepolisian berupaya memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mendukung kegiatan positif yang menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
“Polri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif,” ujar Iis.
Ia mengatakan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah daerah, panitia, tokoh masyarakat hingga masyarakat yang hadir, diperlukan agar kegiatan berlangsung tertib.
Masyarakat yang menyaksikan pertunjukan juga mengapresiasi keberadaan petugas di lokasi. Kehadiran polisi dinilai memberi rasa nyaman, terutama karena kegiatan berlangsung hingga dini hari.
Di sisi lain, tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa pertunjukan berbasis sejarah dan budaya masih memiliki ruang di tengah kehidupan masyarakat. Situs Astana Gede Kawali pun kembali menjadi titik temu antara masyarakat, seni dan ingatan sejarah lokal.
Seluruh rangkaian Nyiar Lumar dan Pagelaran Seni Budaya 2026 berakhir sekitar pukul 02.10 WIB. Berdasarkan informasi yang disampaikan, kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, lancar dan kondusif.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar