5.000 Liter Air Bersih Tiba di Kiaralawang, Warga Karangpawitan Bertahan di Tengah Kemarau

Min.co.id | Ciamis – Kemarau membuat sebagian warga Dusun Kiaralawang, Desa Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, harus menghadapi persoalan yang sederhana tetapi mendasar: mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pada Minggu (30/8/2026), sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan kepada warga di wilayah tersebut.

Penyaluran berlangsung sejak pukul 10.30 hingga 13.45 WIB dengan melibatkan personel Polsek Kawali, Pemerintah Desa Karangpawitan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis.

Air tersebut disalurkan kepada warga di RT 01, RT 05, dan RT 04 RW 02 Dusun Kiaralawang yang terdampak kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.

Bagi warga yang menghadapi keterbatasan pasokan air, kedatangan bantuan bukan sekadar distribusi logistik. Air harus digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak dan minum hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.

Kondisi itu membuat penyaluran air perlu dilakukan secara tertib agar warga yang membutuhkan dapat memperoleh bagian sesuai kebutuhan.

Personel Polsek Kawali ikut membantu proses distribusi sekaligus melakukan pemantauan agar kegiatan berjalan lancar.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kawali AKP Iis Yeni Idaningsih, S.H., M.H., mengatakan keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

“Polri akan selalu berupaya hadir ketika masyarakat membutuhkan. Dalam kondisi kemarau seperti saat ini, kami bersama pemerintah desa dan BPBD membantu penyaluran air bersih agar dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih,” ujar Iis.

Menurutnya, penanganan persoalan air bersih membutuhkan koordinasi berbagai pihak, terutama ketika kondisi kemarau menyebabkan kebutuhan masyarakat meningkat.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian tidak hanya membantu proses pendistribusian, tetapi juga memastikan kegiatan berlangsung tertib dan aman.

Penyaluran air dilakukan melalui BPBD Kabupaten Ciamis dengan dukungan pemerintah desa dan kepolisian.

Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebutuhan dasar masyarakat tidak selalu dapat ditangani oleh satu pihak. Pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga terkait, dan masyarakat perlu berkoordinasi ketika kondisi di lapangan membutuhkan respons cepat.

Bagi warga Kiaralawang, bantuan air menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan pasokan.

Masyarakat Dusun Kiaralawang menyambut positif penyaluran air bersih tersebut.

Warga mengaku terbantu karena air yang diterima dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama ketika mendapatkan air bersih menjadi lebih sulit selama kemarau.

Kehadiran petugas kepolisian dalam proses distribusi juga membantu menjaga kegiatan tetap tertib sehingga warga dapat menerima bantuan dengan lebih teratur.

Penyaluran 5.000 liter air di Kiaralawang memang tidak serta-merta menyelesaikan persoalan kekurangan air yang dihadapi warga. Namun, bagi masyarakat yang membutuhkan air untuk kehidupan sehari-hari, bantuan tersebut memiliki arti penting.

Kebutuhan air tidak berhenti ketika bantuan selesai dibagikan. Selama kondisi kemarau masih berlangsung, perhatian terhadap wilayah yang mengalami kesulitan air tetap diperlukan.

Polsek Kawali bersama pemerintah desa dan instansi terkait terus membangun koordinasi dalam merespons kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Kegiatan penyaluran air bersih pada Minggu itu berlangsung aman, lancar, dan tertib.

Di Kiaralawang, 5.000 liter air mungkin terlihat sebagai angka. Bagi warga yang sedang kesulitan mendapatkannya, air tersebut berarti kesempatan untuk kembali memenuhi kebutuhan paling mendasar di rumah mereka.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, diolah Redaksi

Komentar

News Feed