Min.co.id | Ciamis – Pesan tentang keamanan, rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama mengemuka dalam pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) personel Polres Ciamis, Kamis (27/8/2026).
Bertempat di Masjid Al-Hidayah Polres Ciamis, kegiatan yang berlangsung pukul 08.20 hingga 08.50 WIB itu diikuti Kapolres Ciamis, Wakapolres, pejabat utama, perwira staf, personel Bintara serta ASN Polres Ciamis.
Bukan sekadar rutinitas keagamaan, Binrohtal kali ini mengajak personel melihat kembali hubungan antara nilai spiritual dengan pekerjaan mereka sebagai pelayan masyarakat. Materi disampaikan KH. Wasdi, Dewan Pengurus Baznas Kabupaten Ciamis, dengan tema “Tiga Prinsip Membangun Bangsa Berdasarkan Surah Al-Quraisy.”
Dalam penyampaiannya, KH. Wasdi mengingatkan bahwa ibadah, kejujuran dan tanggung jawab semestinya menjadi dasar dalam menjalankan pekerjaan. Nilai tersebut, menurutnya, tidak berhenti pada kehidupan pribadi, tetapi juga perlu tercermin dalam cara seseorang menjalankan amanah dan memperlakukan orang lain.
Pesan lainnya berkaitan dengan kepedulian sosial. Kemampuan dan rezeki yang dimiliki seseorang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi orang lain melalui sikap saling membantu, menghormati dan menjaga persaudaraan.
Surah Al-Quraisy juga menjadi pintu masuk untuk membicarakan arti penting keamanan. Ketika masyarakat merasa aman, aktivitas ekonomi, pekerjaan, pendidikan dan kehidupan sosial dapat berlangsung dengan lebih tenang.
Bagi kepolisian, pesan tersebut memiliki kaitan langsung dengan tugas sehari-hari. Menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya persoalan penegakan aturan, tetapi juga bagaimana kehadiran polisi memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan pembinaan rohani dan mental diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kemampuan profesional anggota dengan kekuatan moral dan spiritual.
“Pembinaan rohani dan mental menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk personel yang tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Eko.
Menurutnya, nilai ibadah, kejujuran, kepedulian dan tanggung jawab perlu diterapkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, termasuk ketika memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi personel yang mengikuti kegiatan tersebut, pesan keagamaan menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian tidak semata-mata berkaitan dengan kewenangan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral.
Salah seorang personel Polres Ciamis menilai materi yang disampaikan relevan dengan pekerjaan anggota di lapangan. Keamanan, kepedulian dan tanggung jawab merupakan bagian dari persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas setiap hari.
“Keamanan, kepedulian dan tanggung jawab merupakan hal yang setiap hari kami jalankan. Pembinaan seperti ini menjadi pengingat agar tugas dilakukan dengan niat ibadah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dari kegiatan singkat di masjid itu, ada pesan yang kemudian dibawa kembali ke ruang pelayanan: profesionalitas membutuhkan integritas, sementara keamanan membutuhkan kepedulian.
Binrohtal yang digelar Polres Ciamis pun tidak berhenti sebagai agenda internal. Nilai yang disampaikan diharapkan tercermin dalam perilaku anggota ketika berhadapan dengan masyarakat, terutama dalam memberikan pelayanan yang humanis, bertanggung jawab dan menghormati setiap warga.
Pada akhirnya, keamanan yang dirasakan masyarakat bukan hanya lahir dari patroli atau penegakan hukum. Ia juga tumbuh dari sikap aparat yang mampu menjaga kepercayaan, menjalankan kewenangan secara bertanggung jawab dan hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar