Air Cimanuk Menyusut, Pasokan Air Bersih Indramayu Terganggu

Min.co.id | Indramayu — Kemarau panjang mulai terasa hingga ke keran rumah warga Indramayu. Menyusutnya debit Sungai Cimanuk membuat sejumlah sumber air baku Perumdam Tirta Darma Ayu terganggu dan berdampak pada distribusi air bersih, terutama di kawasan perkotaan.

Kondisi itu mendorong Pemerintah Kabupaten Indramayu bersama Perumdam Tirta Darma Ayu mencari sumber air alternatif. Salah satunya dengan mengoptimalkan Intake 200 di Desa Lohbener yang kini menjadi tumpuan sementara untuk menjaga pasokan air selama debit sungai menurun.

Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama sejumlah kepala perangkat daerah dan jajaran direksi Perumdam Tirta Darma Ayu meninjau langsung kondisi Intake 200 Lohbener, Senin (10/8/2026).

Di lokasi tersebut, pemerintah menyiapkan langkah teknis berupa pengerukan sedimen menggunakan alat berat. Bendungan karet juga diperbaiki untuk membantu menahan aliran air agar tidak cepat mengarah ke laut.

Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, menjelaskan persoalan pasokan air baku tidak terlepas dari posisi geografis Indramayu yang berada di bagian hilir Sungai Cimanuk.

“Posisi Indramayu berada di bagian hilir atau paling ujung. Jadi, air yang sampai ke Indramayu merupakan aliran yang sudah melewati daerah-daerah di bagian hulu. Ketika debit air menurun, wilayah hilir tentu menjadi yang paling terdampak,” ujar Nurpan.

Menurut dia, kondisi semakin sulit setelah dua sumber pengambilan air utama, yakni Intake Plumbon dan Intake Bojong, mengalami kekeringan.

“Kami sampaikan bahwa ada pengeringan air di dua intake. Yang pertama adalah Intake Plumbon, yang kedua Intake Bojong,” katanya.

Perumdam kemudian mengalihkan pengambilan air baku ke Intake 200 Lohbener sebagai salah satu upaya mempertahankan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami memohon maaf atas kelangkaan air ini. Saat ini kami mengambil opsi lain dengan mengambil air baku dari Intake 200 di Desa Lohbener,” ujar Nurpan.

Kondisi di Intake Bojong bahkan disebut cukup mengkhawatirkan. Direktur Teknik Perumdam Tirta Darma Ayu, Jojo Sutarjo, mengatakan posisi pipa pengambilan air saat ini berada sekitar 1,2 meter di atas permukaan air.

“Kondisinya memang kering, pipa kita sudah 1,2 meter di atas permukaan air sehingga menunggu pengisian,” ungkapnya.

Persoalan tersebut membuat upaya penyelamatan sumber air baku harus dilakukan segera. Pemkab Indramayu mengerahkan alat berat untuk mengangkat sedimen di sekitar Intake 200 Lohbener sehingga aliran air menuju instalasi pengolahan diharapkan dapat kembali lebih optimal.

Bupati Lucky Hakim mengatakan langkah tersebut merupakan respons atas kondisi sumber air yang mengalami kekeringan. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelanggan air bersih, tetapi juga sektor pertanian yang membutuhkan pasokan air.

“Saya sebagai Bupati memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indramayu atas masalah ini, khususnya tentang air yang mati beberapa hari karena memang sumber airnya kering,” kata Lucky.

Ia menargetkan pengerukan di Intake 200 mulai dilakukan dalam waktu dekat. Perbaikan bendungan karet juga diharapkan mampu memperpanjang ketersediaan air baku selama musim kemarau.

“Sekarang akan dilakukan pengerukan di Intake 200 Lohbener. Insyaallah dalam waktu satu-dua hari ini akan mulai lancar kembali,” ujarnya.

Menurut Lucky, pemerintah masih harus mengantisipasi kondisi kemarau yang diperkirakan berlangsung beberapa waktu ke depan. Karena itu, pengerukan sedimen dan perbaikan bendungan menjadi bagian dari upaya mempertahankan sumber air yang tersisa.

“Mudah-mudahan dengan adanya perbaikan bendungan karet dan pendalaman pada area intake, dua bulan ke depan kita masih bisa bertahan,” katanya.

Gangguan pasokan tersebut sekaligus memperlihatkan betapa rentannya kebutuhan air bersih ketika debit Sungai Cimanuk menyusut. Bagi masyarakat yang bergantung pada jaringan perpipaan, pemulihan aliran air bukan sekadar persoalan teknis, tetapi menyangkut kebutuhan sehari-hari.

Pemkab Indramayu dan Perumdam Tirta Darma Ayu kini masih melakukan penanganan di lapangan serta koordinasi untuk menjaga ketersediaan air baku dan memulihkan distribusi kepada masyarakat.

Penulis: Redaksi 
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Hasil peninjauan lapangan dan keterangan Bupati Indramayu serta Perumdam Tirta Darma Ayu

Komentar

News Feed