SKKNI Jadi Pilar SDM Maritim, Wamenaker Dorong TNI AL Perkuat Kompetensi Personel

Min.co.id | Jakarta — Di tengah dinamika geopolitik global dan pesatnya perkembangan teknologi pertahanan, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci utama menjaga kedaulatan maritim Indonesia. Kesadaran itulah yang mendorong penguatan sistem sertifikasi kompetensi di lingkungan TNI Angkatan Laut agar setiap personel memiliki kemampuan yang profesional, terukur, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas SDM nasional, termasuk di sektor pertahanan dan keamanan maritim.

Hal tersebut disampaikan Afriansyah saat menghadiri kegiatan Penyaksian Awal Uji Kompetensi (witness) dan Penguatan Sistem Sertifikasi Kompetensi TNI Angkatan Laut di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, sertifikasi kompetensi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian penting dari sistem penjaminan mutu nasional untuk memastikan setiap personel memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi modern.

“Sertifikasi kompetensi bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari sistem penjaminan mutu nasional untuk memastikan setiap personel memiliki kapasitas yang terukur, profesional, adaptif, dan memenuhi standar kebutuhan organisasi modern,” ujar Afriansyah Noor.

Ia menjelaskan, penguatan kompetensi SDM maritim menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan teknologi dan perubahan tantangan keamanan global yang terus bergerak cepat. Personel TNI AL dituntut tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki kemampuan yang relevan dan adaptif terhadap situasi baru.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas dan strategis. Karena itu, menurut Afriansyah, sistem pertahanan maritim yang kuat harus didukung oleh SDM unggul dan tersertifikasi.

“Wilayah maritim Indonesia merupakan ruang vital yang harus dijaga bersama. Karena itu dibutuhkan sistem pertahanan maritim yang kuat, modern, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Afriansyah juga mengapresiasi langkah kolaboratif TNI Angkatan Laut bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) TNI AL dalam membangun sistem sertifikasi berbasis standar profesi nasional.

Menurutnya, sinergi lintas sektor antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan lembaga sertifikasi menjadi langkah konkret dalam mencetak SDM unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

Di balik proses sertifikasi dan penguatan kompetensi itu, tersimpan harapan besar agar generasi SDM maritim Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju. Sebab menjaga laut Indonesia bukan hanya soal kekuatan armada, tetapi juga tentang kualitas manusia yang mengawakinya.

Penulis: Achmad Suharya
Editor: Redaksi
Sumber: Biro Humas Kemnaker – Diolah Redaksi

Komentar

News Feed