Mudik Lebaran Makin Nyaman, KAI Daop 7 Madiun Perkuat Kanal Pengaduan Digital Penumpang

MADIUN | Dalam upaya menghadirkan pelayanan transportasi yang semakin responsif dan transparan selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat sistem pelayanan publik berbasis digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui optimalisasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N-LAPOR!) sebagai saluran resmi aspirasi masyarakat.

Program ini diterapkan secara intensif selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, guna memastikan setiap pelanggan kereta api mendapatkan ruang komunikasi yang cepat, mudah, dan transparan baik di area stasiun maupun selama perjalanan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa penguatan layanan pengaduan tersebut merupakan bentuk kepatuhan perusahaan terhadap regulasi terbaru pemerintah, yakni Peraturan Menteri PANRB Nomor 5 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan SP4N-LAPOR!.

“Kami ingin memastikan setiap pemudik memiliki akses mudah untuk menyampaikan aspirasi maupun pengaduan selama perjalanan. Penguatan SP4N-LAPOR! menjadi bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan yang transparan dan respons cepat,” ujar Tohari.

Ia menjelaskan, optimalisasi sistem pengaduan ini difokuskan pada tiga aspek utama pelayanan, yakni peningkatan kualitas layanan, kenyamanan pelanggan, serta inovasi berkelanjutan berbasis teknologi informasi.

Pertama, melalui konsep pelayanan prima, setiap laporan masyarakat yang berkaitan dengan fasilitas stasiun maupun pelayanan di dalam kereta akan ditangani secara profesional sesuai standar pelayanan nasional.

Kedua, aspek kenyamanan penumpang menjadi perhatian utama, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat drastis selama arus mudik dan balik Lebaran. Sistem pengaduan ini memungkinkan pengawasan layanan secara langsung melalui masukan pengguna jasa.

Ketiga, inovasi berkelanjutan terus dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi digital agar akses pelayanan publik semakin inklusif dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai bagian dari penguatan layanan tersebut, KAI Daop 7 Madiun juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Survei Pengalaman Mudik melalui pemindaian barcode yang tersedia di berbagai stasiun maupun melalui tautan digital yang telah disediakan.

Menurut Tohari, langkah ini bukan sekadar menghadirkan kanal pengaduan, tetapi juga membangun budaya pelayanan publik modern yang berbasis partisipasi masyarakat.

“KAI Daop 7 Madiun tidak akan berhenti berinovasi. Kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan, khususnya dalam momen Angkutan Lebaran yang penuh makna,” tutupnya.

Melalui penguatan sistem pengaduan nasional ini, KAI berharap perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung lebih nyaman sekaligus mencerminkan pelayanan transportasi publik yang adaptif di era digital.(Rilis/Chandra)

Sumber: Humas KAI Daops 7 Madiun

Editor: Redaksi

Komentar

News Feed