KARAWANG | Upaya menghadirkan pelayanan kepolisian yang cepat dan mudah diakses terus diperkuat selama arus mudik Lebaran tahun ini. Melalui layanan darurat 110, masyarakat kini dapat memperoleh bantuan kepolisian hanya melalui satu panggilan, sebuah inovasi yang semakin dikenal sebagai “polisi dalam genggaman” di tengah pelaksanaan pengamanan mudik.
Program layanan cepat tersebut menjadi bagian dari komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memberikan respons sigap kepada masyarakat, khususnya selama berlangsungnya Operasi Ketupat Lodaya 2026, yang difokuskan pada pengamanan arus mudik dan arus balik Idulfitri.
Pemanfaatan layanan ini turut disosialisasikan saat kunjungan kerja di Pos Terpadu Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, yang dihadiri Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Dedi Prasetyo. Dalam peninjauan tersebut, jajaran kepolisian memastikan kesiapan sistem pelayanan publik berjalan optimal di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Menurut jajaran kepolisian, layanan 110 memungkinkan masyarakat melaporkan kejadian darurat, meminta bantuan petugas, hingga memperoleh informasi lalu lintas secara cepat tanpa harus datang langsung ke kantor polisi.
Respons Cepat Jadi Kunci Pelayanan Mudik
Peningkatan kualitas layanan dilakukan Kepolisian Daerah Jawa Barat melalui sistem quick response yang menghubungkan laporan masyarakat langsung dengan personel di lapangan. Dengan mekanisme ini, setiap laporan dapat segera ditindaklanjuti sehingga penanganan situasi darurat menjadi lebih efektif.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat tingginya intensitas perjalanan masyarakat selama musim mudik yang berpotensi menimbulkan berbagai kendala, mulai dari kemacetan, gangguan kendaraan, hingga kebutuhan bantuan keamanan.
Sosialisasi Masif di Titik Strategis
Untuk memastikan masyarakat mengetahui layanan tersebut, Polda Jabar melakukan sosialisasi secara luas dengan memasang informasi Call Center 110 di Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, Pos Terpadu, serta sejumlah titik keramaian di 23 wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Melalui strategi ini, kepolisian berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan darurat ketika menghadapi situasi mendesak selama perjalanan mudik.
Hotline Mudik Lengkapi Informasi Perjalanan
Selain layanan panggilan darurat, kepolisian juga menghadirkan Hotline Mudik yang menyediakan berbagai informasi penting, seperti kondisi arus lalu lintas terkini, akses CCTV jalur mudik, lokasi pos pengamanan, hingga informasi ketersediaan BBM dan layanan bengkel mobile.
Kehadiran berbagai layanan tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis kepolisian, yang tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga memastikan kenyamanan masyarakat selama perjalanan menuju kampung halaman.
Dengan inovasi pelayanan berbasis teknologi ini, diharapkan perjalanan mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan memberikan rasa tenang bagi seluruh masyarakat.(Rilis)
Sumber: Bid Humas Polda Jabar
Editor: Redaksi










Komentar