Min.co.id | Indramayu – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai tidak akan mampu menggantikan peran guru dalam membentuk karakter dan mendidik generasi bangsa.
Pesan tersebut mengemuka dalam upacara pembukaan peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-81 sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) 2026 di Alun-alun Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Sabtu (7/11/2026).
Upacara yang diikuti perwakilan 16 ranting PGRI se-Kecamatan Losarang tersebut mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. Aipda Dedi Supriadi bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyampaikan amanat tentang pentingnya peran guru di tengah perubahan zaman.
Dalam amanatnya, Dedi menilai perjalanan PGRI selama 81 tahun menjadi bagian dari sejarah perjuangan para pendidik dalam menjaga keberlangsungan pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, kemajuan teknologi boleh mengubah cara manusia memperoleh informasi dan pengetahuan. Namun, sentuhan kemanusiaan, ketulusan, serta keteladanan seorang guru tetap menjadi bagian penting yang tidak mudah digantikan oleh teknologi.
“Hari ini kita memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia yang ke-81 yang juga kita kenal sebagai Hari Guru Nasional. 81 tahun bukanlah waktu yang sebentar, itu bukti bahwa guru adalah profesi yang tidak pernah hilang dimakan zaman. Teknologi boleh canggih, AI boleh pintar, tapi tidak ada yang bisa menggantikan ketulusan seorang guru yang mendidik dengan hati,” kata Dedi.
Ia juga mengingatkan bahwa tugas guru tidak hanya menyampaikan materi pelajaran atau mengajarkan kemampuan akademik seperti membaca dan berhitung.
Lebih dari itu, guru memiliki peran dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kesopanan, mengajarkan penghormatan kepada orang tua, serta membimbing peserta didik agar mampu meraih cita-citanya.
Dedi turut menyampaikan penghargaan kepada para guru atas dedikasi dan pengorbanan mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Ia mengajak seluruh peserta upacara, baik yang masih berstatus pelajar maupun mereka yang telah menyelesaikan pendidikan, untuk tidak melupakan jasa para pendidik.
“Marilah kita, sebagai pelajar dan mantan pelajar, sebagai siswa dan mantan siswa, mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas perjuangan dan pengorbanan bapak dan Ibu Guru kami, di mana mereka dengan ikhlas mendidik dan mengajari berbagai macam hal kepada kita,” ujarnya.
Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan lomba Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT PGRI ke-81.
Kemeriahan semakin terasa saat masing-masing kontingen dari 16 ranting PGRI mengikuti defile. Kegiatan tersebut menjadi ajang kebersamaan sekaligus mempererat silaturahmi antarpendidik di Kecamatan Losarang.
Melalui peringatan ini, semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap profesi guru diharapkan terus terjaga, seiring tantangan dunia pendidikan yang semakin berkembang. (WH)





Komentar