Jelang Pilkades 2026, Polres Ciamis Rangkul Warga Cikoneng untuk Cegah Perpecahan

Min.co.id | Ciamis  – Perbedaan pilihan dalam pemilihan kepala desa seharusnya tidak membuat warga saling bermusuhan. Persaudaraan dan kerukunan justru menjadi hal yang perlu dijaga ketika masyarakat mulai menentukan calon pemimpin desanya.

Pesan itulah yang mengemuka dalam pertemuan Kapolres Ciamis bersama masyarakat Kecamatan Cikoneng, Rabu (4/11/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Cikoneng tersebut menjadi ruang dialog untuk membicarakan potensi kerawanan menjelang Pilkades Serentak 2026, khususnya di Desa Kujang dan Desa Cimari.

Kapolres Ciamis hadir bersama Wakapolres, pejabat utama Polres Ciamis, Kapolsek Cikoneng, serta Serdik Paja Akpol Angkatan 58. Pertemuan itu juga dihadiri Camat Cikoneng Heri Rianto, kepala desa, ketua BPD, panitia Pilkades, para bakal calon kepala desa, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga.

Dalam dialog tersebut, Kapolres mengingatkan bahwa perbedaan dukungan terhadap bakal calon kepala desa merupakan bagian dari demokrasi. Namun, jangan sampai perbedaan itu berkembang menjadi perselisihan yang merusak hubungan kekeluargaan dan kehidupan sosial masyarakat.

Menurut Kapolres, komunikasi langsung dengan masyarakat diperlukan agar persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dapat diketahui sejak dini. Dengan begitu, langkah pencegahan bisa dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi konflik.

Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah terpancing kabar bohong, isu provokatif, maupun informasi yang belum jelas kebenarannya. Jika muncul persoalan, penyelesaiannya diharapkan mengutamakan musyawarah dan komunikasi, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan.

Peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, perangkat desa, hingga para bakal calon kepala desa dinilai penting untuk menjaga suasana tetap sejuk. Mereka diharapkan tidak hanya menjaga pendukung masing-masing, tetapi juga ikut merawat persatuan seluruh warga.

Camat Cikoneng Heri Rianto menyambut baik pertemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan terus menjalin koordinasi dengan pemerintah desa, panitia Pilkades, serta unsur terkait untuk mendukung kelancaran seluruh tahapan pemilihan.

Pemerintah kecamatan juga mengajak masyarakat Desa Kujang dan Cimari agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling menjauh. Sinergi dengan TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat akan terus diperkuat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Perhatian khusus diberikan kepada Desa Kujang yang berdasarkan pemetaan kerawanan Pilkades Serentak 2026 masuk kategori sangat rawan. Kondisi tersebut menjadi alasan bagi Polres Ciamis untuk meningkatkan langkah antisipasi melalui pendekatan cooling system, komunikasi dengan para tokoh, serta pendekatan kepada bakal calon kepala desa dan para pendukungnya.

Bagi masyarakat, Pilkades bukan sekadar memilih siapa yang akan memimpin desa selama beberapa tahun ke depan. Lebih dari itu, pemilihan tersebut menjadi ujian kedewasaan dalam berdemokrasi, terutama ketika pilihan politik berbeda di antara tetangga, kerabat, bahkan keluarga sendiri.

Polres Ciamis berharap seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 dapat berlangsung aman, damai, dan demokratis. Jangan sampai pesta demokrasi di tingkat desa justru meninggalkan permusuhan setelah proses pemilihan selesai.

Sebab, siapa pun yang nantinya terpilih menjadi kepala desa, seluruh warga tetap memiliki kepentingan yang sama: hidup rukun, aman, dan membangun desa bersama.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi

Komentar

News Feed