Guru Berkurang, Kepala Sekolah SDN 1 Kendayakan Ikut Mengajar demi Jaga KBM

Min.co.id | Indramayu — Berkurangnya jumlah tenaga pendidik di UPTD SDN 1 Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, menjadi tantangan bagi sekolah dalam menjaga kegiatan belajar mengajar (KBM). Di tengah keterbatasan personel, kepala sekolah bahkan turun langsung mengajar agar pembelajaran tetap berjalan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah informasi mengenai kekurangan guru di sekolah itu beredar melalui media sosial TikTok dan sejumlah pemberitaan media daring. Dalam informasi yang beredar, pemindahan tiga guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) serta pengunduran diri sejumlah tenaga honorer disebut berdampak terhadap aktivitas pembelajaran di enam tingkat kelas.

Untuk memperoleh penjelasan langsung, wartawan menemui Kepala UPTD SDN 1 Kendayakan, Wastiah, S.Pd.I., Jumat (30/10/2026).

Wastiah membenarkan adanya pemindahan sejumlah guru dan pengunduran diri tenaga honorer. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan pemindahan guru merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, sedangkan pengunduran diri tenaga honorer merupakan hak masing-masing tenaga kerja.

“Benar, termasuk perihal pemindahan guru dan pengunduran diri tenaga honorer. Terkait semuanya itu di luar wewenang saya, ya. Pemindahan guru itu merupakan wewenang dari Dinas Pendidikan Kabupaten, adapun guru honorer yang mengundurkan diri, itu hak mereka,” jelasnya.

Menurut Wastiah, sekolah tetap berupaya menjalankan pembelajaran meskipun jumlah personel mengalami pengurangan. Dari sebelumnya 12 orang, kini jumlah personel yang tersisa sebanyak delapan orang, termasuk kepala sekolah, penjaga sekolah, dan para guru.

Keterbatasan tersebut membuat pihak sekolah harus mencari cara agar kegiatan belajar siswa tidak terhenti. Wastiah mengaku ikut mengambil bagian dalam kegiatan mengajar, khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama sesuai latar belakang pendidikannya.

Penjaga sekolah yang diketahui merupakan pensiunan guru olahraga juga diminta membantu kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

“Basic saya di agama, jadi saya ikut turun mengajar pendidikan agama juga. Lalu ada penjaga sekolah, beliau pensiunan guru olahraga. Walaupun sudah pensiun, fisiknya masih bugar dan semangat mengajarnya masih tinggi, makanya saya berdayakan untuk ikut mengajar olahraga,” tuturnya.

Langkah tersebut menjadi upaya sementara pihak sekolah untuk mempertahankan aktivitas pembelajaran di tengah keterbatasan tenaga. Namun, pemenuhan kebutuhan guru tetap menjadi hal penting agar beban pembelajaran tidak terus bertumpu pada personel yang tersedia.

Harapan untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik mulai muncul setelah pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu melakukan kunjungan ke sekolah beberapa hari sebelum wawancara berlangsung.

Wastiah menyebut Kepala Dinas Pendidikan bersama kepala bidang terkait telah melihat langsung kondisi sekolah. Dalam kunjungan itu, menurut penuturannya, disampaikan rencana penambahan sekitar dua tenaga pengajar.

“Beberapa hari yang lalu, kalau enggak salah Rabu atau Kamis, itu ada yang datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten, termasuk Pak Kadis juga Pak Kabid datang ke sini. Beliau menjanjikan akan mengirim sekitar dua orang guru untuk melengkapi kekurangan yang ada di sini. Sekitar hari Senin depan lah, katanya,” terang Wastiah.

Rencana tersebut diharapkan segera direalisasikan agar kebutuhan tenaga pendidik di SDN 1 Kendayakan dapat lebih terpenuhi. Kehadiran tambahan guru juga diharapkan membantu pembagian tugas mengajar sehingga pembelajaran di seluruh tingkat kelas dapat berlangsung lebih optimal.

Persoalan ini bukan semata urusan jumlah personel di sekolah. Di baliknya ada kebutuhan para siswa untuk memperoleh pendampingan belajar yang memadai. Karena itu, penyelesaian kekurangan guru perlu menjadi perhatian serius agar keterbatasan tenaga tidak berdampak berkepanjangan terhadap layanan pendidikan.

Penjelasan kepala sekolah menjadi salah satu gambaran kondisi di lapangan. Sementara itu, realisasi penambahan tenaga pengajar dan kecukupan guru untuk enam tingkat kelas masih perlu dipastikan melalui tindak lanjut Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.(WH)

 

Komentar

News Feed