Min.co.id | Ciamis — Pekarangan rumah tidak harus dibiarkan kosong. Dengan pengetahuan dan perawatan yang tepat, lahan di sekitar tempat tinggal bisa dimanfaatkan untuk menanam jahe, kunyit, temulawak, hingga berbagai tanaman herbal yang dikenal masyarakat.
Potensi itulah yang didorong melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Aula Kantor Desa Purwadadi, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.00 WIB tersebut diikuti unsur pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pendamping desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader TP PKK, serta para ketua RT dan RW. Bhabinkamtibmas Desa Purwadadi, Bripka Diko Pujoko K., S.H., turut hadir mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026.
Bimtek yang menjadi tanggung jawab Kepala Desa Purwadadi, Markun Marhani, itu menghadirkan narasumber dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purwadadi. Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari pengenalan tanaman herbal, teknik penanaman, perawatan, pemupukan organik, hingga pemanfaatan hasil tanaman untuk kebutuhan rumah tangga.
Materi pelatihan mencakup berbagai tanaman yang relatif dikenal masyarakat, seperti jahe, kunyit, temulawak, daun sirih, dan brotowali. Peserta diperkenalkan pada karakteristik tanaman serta cara membudidayakannya sesuai kondisi lingkungan rumah.
Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai penyiapan media tanam berupa campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Penanaman dapat dilakukan langsung di pekarangan maupun menggunakan polybag, sehingga warga memiliki pilihan sesuai luas lahan yang tersedia.
Pengetahuan mengenai perawatan dan pemupukan organik menjadi bagian penting dalam pelatihan tersebut. Dengan bekal itu, masyarakat diharapkan mampu mencoba budidaya secara mandiri, sekaligus memanfaatkan ruang yang tersedia agar lebih produktif.
Bagi keluarga, tanaman obat keluarga berpotensi menjadi sumber bahan herbal untuk kebutuhan rumah tangga. Meski demikian, penggunaan tanaman herbal tetap perlu memperhatikan keamanan, takaran, kondisi kesehatan, serta kemungkinan interaksi dengan obat yang sedang dikonsumsi. Tanaman herbal tidak otomatis dapat menggantikan pengobatan medis.
Kegiatan pemberdayaan seperti ini tidak cukup hanya menghasilkan pengetahuan saat pelatihan berlangsung. Manfaatnya akan lebih terasa apabila warga menerapkan materi yang diperoleh, merawat tanaman secara konsisten, dan saling berbagi pengalaman dalam mengembangkan pekarangan produktif.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun hubungan kemitraan antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lakbok IPTU Tri Widiyanto, menyampaikan bahwa Polri mendukung kegiatan positif yang dilaksanakan pemerintah desa. Peran kepolisian, menurutnya, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga membangun komunikasi serta memperkuat kerja sama dengan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah desa, penyuluh pertanian, pendamping desa, kepolisian, dan warga diharapkan membantu pelaksanaan program berjalan lancar serta memberikan manfaat yang lebih luas.
Bimtek budidaya TOGA di Desa Purwadadi diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong pemanfaatan pekarangan secara lebih produktif. Namun, laporan kegiatan belum memuat tanggapan langsung dari peserta maupun data mengenai jumlah rumah tangga yang akan menerapkan budidaya setelah pelatihan.
Karena itu, keberlanjutan program dapat dilihat dari tindak lanjut di lapangan, termasuk penerapan teknik budidaya, perkembangan tanaman, dan manfaat yang benar-benar dirasakan warga.
Pelatihan ini diharapkan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan tanaman obat keluarga, mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan, serta mendorong kemandirian keluarga dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan rumah. Dengan pendampingan dan penerapan yang berkelanjutan, program yang didukung Dana Desa ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan produktif yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi Min.co.id










Komentar