Min.co.id | Ciamis — Ketika musim kemarau membuat pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi tantangan, bantuan air menjadi penopang bagi warga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sekitar 100 kepala keluarga di Dusun Bantarsari, Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, menerima bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Ciamis, Rabu (28/10/2026).
Penyaluran bantuan yang berlangsung di RT 20 RW 08 itu melibatkan sejumlah unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, BPBD Kabupaten Ciamis, TNI, pemerintah setempat, hingga kepolisian. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan kemanusiaan tersalurkan dengan aman dan tertib.
Di tengah kondisi kemarau, air bersih bukan sekadar kebutuhan pelengkap. Air diperlukan untuk memasak, membersihkan diri, mencuci, dan berbagai aktivitas rumah tangga lainnya. Karena itu, bantuan bagi warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari.
Bhabinkamtibmas Desa Margaharja, Aiptu M. Yusup Toziri, turut melakukan pemantauan kegiatan bersama Kasi Trantib dan Pemerintahan Kecamatan Sukadana, Babinsa Desa Margaharja, petugas BPBD Kabupaten Ciamis, Kepala Dusun Bantarsari, serta warga penerima bantuan.
Keterlibatan Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Dalam kegiatan sosial seperti ini, kehadiran polisi juga menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi agar pelayanan kepada warga dapat berlangsung tertib.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sukadana IPTU Dayat Hidayat, menyampaikan bahwa Polri mendukung kegiatan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, BPBD, dan unsur setempat diharapkan memperkuat kepedulian terhadap warga yang membutuhkan bantuan.
Meski demikian, penyaluran bantuan pada satu kesempatan belum dengan sendirinya menjawab seluruh kebutuhan air warga selama kemarau. Ketersediaan air bersih perlu terus diperhatikan, terutama apabila kondisi kering berlangsung lebih lama dan kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi setiap hari.
Karena itu, pemantauan kondisi warga serta koordinasi antarlembaga tetap penting agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Informasi mengenai sumber air warga, tingkat kesulitan yang dihadapi, dan kemungkinan kebutuhan penyaluran lanjutan juga menjadi hal yang relevan untuk diperhatikan.
Laporan kegiatan menyebutkan bantuan diberikan kepada sekitar 100 kepala keluarga. Namun, belum tersedia keterangan langsung dari penerima bantuan mengenai kondisi sebelum penyaluran, kecukupan air yang diterima, maupun kebutuhan mereka setelah bantuan tersebut.
Kegiatan berlangsung aman dan tertib. Melalui sinergi lintas instansi, bantuan air bersih diharapkan dapat membantu warga Dusun Bantarsari melewati masa kemarau sekaligus mendorong perhatian berkelanjutan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi Min.co.id










Komentar