Min.co.id | Ciamis — Pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang jalan, fasilitas umum, atau program pemerintah. Lebih dari itu, pembangunan membutuhkan ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan, menyatukan kepentingan, dan memastikan rencana yang disusun benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat.
Semangat itulah yang mewarnai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Selasa (27/10/2026). Dalam forum yang berlangsung di Aula Desa Cibeureum mulai pukul 09.30 WIB tersebut, unsur kepolisian turut hadir untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah desa dan masyarakat.
Kanit Binmas Polsek Panjalu, Aipda Doni Hermana, hadir bersama Bhabinkamtibmas Desa Cibeureum. Pertemuan itu juga diikuti perwakilan Kecamatan Sukamantri melalui Kasi Pemerintahan dan Trantibum, Babinsa, kepala desa, Ketua BPD, perangkat desa, pendamping desa, kader PKK, para kepala wilayah, perwakilan RW, serta tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat desa. Melalui forum Musrenbang, kebutuhan dan usulan masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah program pembangunan berikutnya.
Di sisi lain, keterlibatan kepolisian juga membuka ruang komunikasi mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Sebab, pembangunan yang berjalan baik membutuhkan suasana yang aman, hubungan antarelemen masyarakat yang harmonis, serta koordinasi yang terjaga antara pemerintah dan warga.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Panjalu IPTU Mochammad Irwansyah, S.H., menyampaikan bahwa kehadiran polisi dalam kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan warga sekaligus mendukung kelancaran pembangunan daerah.
“Polri berkomitmen untuk terus menjalin sinergi dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat. Melalui komunikasi serta koordinasi yang baik, diharapkan setiap program pembangunan dapat berjalan dengan lancar, disertai kesadaran bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan lingkungan,” ujar IPTU Mochammad Irwansyah.
Bagi masyarakat, keberhasilan pembangunan bukan semata-mata ditentukan oleh banyaknya program yang direncanakan, tetapi juga oleh sejauh mana kebutuhan warga diperhatikan dan pelaksanaannya dapat dirasakan manfaatnya.
Karena itu, Musrenbang diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin pemerintahan. Aspirasi yang disampaikan perlu ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan prioritas, sementara masyarakat juga memiliki ruang untuk ikut mengawal pelaksanaannya.
Kehadiran Polsek Panjalu dalam Musrenbang Desa Cibeureum diharapkan memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat. Selain menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, forum tersebut diharapkan mendorong perencanaan pembangunan yang lebih partisipatif, sesuai kebutuhan warga, serta dapat dipertanggungjawabkan pelaksanaannya.
Dengan komunikasi yang terbuka dan kerja sama yang berkelanjutan, pembangunan desa diharapkan tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga memperkuat rasa aman, kebersamaan, dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan.(red)










Komentar