Min.co.id | Ciamis — Rasa aman di sekolah bukan hanya soal kegiatan belajar mengajar yang berjalan lancar. Siswa juga membutuhkan lingkungan yang terlindungi dari ancaman kriminalitas, geng motor, narkoba, hingga informasi bohong yang dapat memicu keresahan.
Karena itu, komunikasi antara pihak sekolah dan kepolisian menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan pendidikan.
Upaya tersebut dilakukan Plt. Kapolsek Cipaku, IPTU Asep Setiawan, S.H., saat menyambangi Kepala SMPN 1 Cipaku, Enjang, bersama jajaran guru, Senin (26/10/2026), sekitar pukul 13.45 WIB.
Pertemuan itu menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi antara kepolisian dan pihak sekolah, sekaligus membangun komunikasi apabila muncul persoalan keamanan yang berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Dalam kegiatan tersebut, kepolisian mengajak pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Di antaranya tindak kriminalitas C3, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor, serta aktivitas geng motor, premanisme, dan peredaran narkoba di kalangan pelajar.
Perhatian juga diarahkan pada penyebaran hoaks. Di tengah mudahnya informasi beredar melalui telepon pintar dan media sosial, siswa perlu dibiasakan memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui IPTU Asep Setiawan menyampaikan pentingnya menjaga sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan. Kerja sama tersebut diharapkan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif.
Pihak sekolah juga diimbau segera berkoordinasi dengan Polsek Cipaku apabila menemukan persoalan atau indikasi gangguan keamanan. Komunikasi yang cepat diharapkan membantu mencegah masalah berkembang dan memungkinkan langkah penanganan dilakukan sesuai kebutuhan.
Meski kegiatan sambang ini menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara polisi dan sekolah, keamanan lingkungan pendidikan tidak hanya bergantung pada satu pihak. Peran guru, orang tua, siswa, dan masyarakat sekitar juga dibutuhkan agar potensi gangguan dapat dikenali sejak dini.
Lingkungan sekolah yang aman memberi ruang bagi siswa untuk belajar dan berkembang tanpa dibayangi rasa takut. Karena itu, koordinasi antara Polsek Cipaku dan SMPN 1 Cipaku diharapkan tidak berhenti pada kunjungan, tetapi berlanjut dalam komunikasi yang terbuka dan langkah pencegahan yang nyata.
Tujuannya bukan sekadar mengantisipasi tindak kriminalitas, melainkan juga melindungi pelajar dari pengaruh negatif, membangun kesadaran menjaga keamanan, serta menumbuhkan kebiasaan menggunakan media sosial secara bijak.
Harapannya, sekolah dapat menjadi ruang yang nyaman bagi siswa untuk menuntut ilmu, sementara guru dan orang tua memiliki saluran komunikasi yang jelas ketika menghadapi persoalan keamanan. Dengan kerja sama yang berkelanjutan, upaya menjaga kamtibmas dapat berjalan seiring dengan perlindungan dan pembentukan karakter generasi muda.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi Min.co.id






Komentar