Min.co.id | Jakarta — Puluhan tahun bekerja di dunia jurnalistik membuat para wartawan terbiasa mengejar berita, menghadapi tekanan tenggat, dan berada di tengah situasi peliputan yang tidak selalu mudah. Namun, di tengah kesibukan itu, kesehatan diri sendiri kerap membutuhkan perhatian yang sama besarnya.
Kesadaran itulah yang menjadi salah satu tujuan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi wartawan senior berusia 60 tahun ke atas yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) di Kantor Kemenkes, Senin (26/10/2026).
Sebanyak 175 wartawan senior terdaftar sebagai peserta. Mereka menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mendeteksi risiko penyakit sejak dini.
Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, skrining risiko tuberkulosis (TB) dan hepatitis, deteksi awal penyakit jantung, serta pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks. Peserta juga memperoleh konsultasi dokter secara gratis.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa menjaga kesehatan tidak semestinya baru dilakukan ketika tubuh mulai menunjukkan gejala penyakit.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga orang tetap sehat, sebelum mereka sakit,” ujar Budi.
Menurutnya, pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi risiko penyakit seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menghentikan konsumsi obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Selain pemeriksaan berkala, pola makan yang baik, tidur cukup, dan olahraga teratur menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan, terutama bagi mereka yang memasuki usia lanjut.
Pentingnya pemeriksaan kesehatan terlihat dari temuan selama kegiatan berlangsung. Ketua SWSI Wahyu Muryadi menyampaikan bahwa sejumlah peserta diketahui mengalami tekanan darah tinggi.
Salah satu peserta memiliki tekanan darah mencapai 217/145 mmHg dan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sejumlah peserta lainnya diketahui mengalami katarak dan direncanakan menjalani pemeriksaan mata lanjutan.
Peserta yang membutuhkan penanganan berikutnya diarahkan ke puskesmas atau rumah sakit dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan.
Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi tubuh tidak selalu dapat dinilai hanya dari apa yang dirasakan sehari-hari. Pemeriksaan dapat membantu menemukan masalah kesehatan yang mungkin belum disadari dan memberi kesempatan untuk memperoleh penanganan lebih cepat.
Perhatian terhadap kesehatan wartawan tidak hanya menyangkut kondisi fisik. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid turut menyoroti tekanan pekerjaan jurnalistik yang dapat memengaruhi kesehatan mental, terutama ketika jurnalis menghadapi peliputan berat dan situasi penuh tekanan.
Meutya mendorong perusahaan media menyediakan ruang pemulihan bagi jurnalis setelah menjalankan tugas yang menguras tenaga dan pikiran. Para pekerja media juga diingatkan untuk mengenali batas kemampuan diri dan mengambil jeda ketika merasa kewalahan.
Aktivitas fisik dan olahraga, menurutnya, dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kesehatan fisik sekaligus mental.
Pesan tersebut relevan bagi pekerja media yang sehari-hari dituntut cepat, teliti, dan siap menghadapi beragam situasi. Menjaga kesehatan merupakan bagian penting agar mereka tetap mampu menjalankan tugas secara berkelanjutan.
Salah satu peserta, Boy Noya (63), mantan jurnalis dan presenter ANTV serta Metro TV, mengaku hasil pemeriksaannya secara umum baik. Ia hanya mendapati kadar kolesterol yang sedikit meningkat, tanpa menemukan kondisi lain yang mengkhawatirkan berdasarkan pemeriksaan tersebut.
Boy mengatakan dirinya berusaha menjaga kebugaran dengan berlari dua hingga tiga kali seminggu dan bersepeda sekali seminggu. Ia juga menjaga waktu tidur, menghindari begadang, mengurangi stres, serta menerapkan pola makan sehat.
Kebiasaan tersebut menjadi contoh bahwa upaya menjaga kesehatan dapat dimulai melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, meskipun pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh secara lebih akurat.
Melalui kegiatan CKG ini, Kemenkes dan SWSI berharap para wartawan senior semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan rutin dan tidak menunda penanganan ketika ditemukan masalah kesehatan. Akses konsultasi serta pemeriksaan lanjutan juga diharapkan membantu peserta memperoleh layanan sesuai kebutuhan.
Pada akhirnya, wartawan bukan hanya orang yang mencatat peristiwa dan menyampaikan informasi kepada publik. Mereka juga manusia yang perlu menjaga kesehatan agar dapat terus berkarya. Setelah bertahun-tahun mengabarkan kehidupan orang lain, perhatian terhadap kesehatan diri sendiri menjadi langkah penting untuk menjalani masa tua dengan lebih sehat dan produktif.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Biro Humas Kemenkes RI,Diolah Redaksi Min.co.id







Komentar