Min.co.id | Bandung — Tidak ada meja pelayanan, ruang pemeriksaan, atau seragam yang menjadi pembatas. Di Masjid Baiturahman, Jalan Batununggal Indah 1 Nomor 88, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Jumat (16/10/2026), jajaran Polda Jawa Barat duduk dan bersujud bersama warga dalam salat Jumat.
Seusai ibadah, pertemuan berlanjut dengan bersalaman, berbincang, dan mendengarkan masukan masyarakat.
Kehadiran jajaran kepolisian itu menjadi bagian dari program Jumat Keliling (Jumling) Polda Jabar. Melalui kegiatan ini, polisi berupaya membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, termasuk tokoh agama dan pengurus masjid, agar hubungan antara aparat dan warga tidak hanya terjalin ketika terjadi persoalan keamanan.
Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Jabar Kombes Pol. Benny Subandi, S.I.K., M.Si., bersama sejumlah pejabat utama Polda Jabar hadir di tengah jemaah. Mereka mengikuti rangkaian ibadah, menyimak khotbah, dan menunaikan salat Jumat bersama warga setempat.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan, Jumat Keliling menjadi salah satu sarana untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus mempererat silaturahmi antara kepolisian, ulama, dan masyarakat.
Seusai salat, suasana menjadi lebih cair. Jajaran Polda Jabar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyapa jemaah dan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), sekaligus mendengarkan masukan yang disampaikan warga.
Pertemuan informal semacam ini membuka ruang komunikasi yang lebih dekat. Warga dapat menyampaikan perhatian maupun persoalan di lingkungan mereka, sementara kepolisian memperoleh gambaran mengenai kondisi masyarakat secara langsung.
Menurut Hendra, kehadiran polisi di rumah ibadah membawa pesan bahwa tugas kepolisian tidak terbatas pada penanganan tindak kriminalitas. Membangun rasa aman juga membutuhkan hubungan yang baik, komunikasi yang terbuka, dan kepercayaan masyarakat.
“Ini adalah wujud nyata kehadiran Polri di akar rumput. Melalui momen Salat Jumat keliling ini, kita ingin pesan-pesan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bisa tersampaikan dengan cara yang paling lembut dan mudah diterima,” tegasnya.
Menjaga keamanan lingkungan bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh kepolisian seorang diri. Keterlibatan tokoh agama, pengurus rumah ibadah, dan masyarakat diperlukan untuk membangun lingkungan yang aman serta mencegah potensi gangguan sejak dini.
Irwasda Polda Jabar menekankan pentingnya sinergi tersebut. Baginya, silaturahmi yang terpelihara dapat menjadi salah satu fondasi dalam membangun komunikasi dan kerja sama untuk menjaga kondusivitas wilayah.
“Harapan kami, sinergitas antara kepolisian, ulama, dan jemaah luas semakin terjalin kuat. Jika silaturahmi ini terus terjaga, insyaallah situasi wilayah Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, akan senantiasa kondusif, aman, dan damai,” ujarnya.
Program Jumat Keliling diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kunjungan rutin. Lebih dari itu, kegiatan tersebut perlu menjadi pintu bagi komunikasi yang berkelanjutan, sehingga masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan dan kepolisian dapat memahami kebutuhan warga di lapangan.
Kedekatan yang terbangun juga diharapkan memperkuat kepercayaan publik, mendorong kepedulian terhadap keamanan lingkungan, serta mempererat hubungan antara aparat, ulama, dan masyarakat.
Sebab, rasa aman tidak hanya berkaitan dengan kehadiran polisi ketika gangguan terjadi. Rasa aman juga tumbuh ketika masyarakat merasa didengar, dilibatkan, dan mengetahui bahwa persoalan di lingkungannya mendapat perhatian.
Melalui Jumat Keliling, Polda Jabar berharap hubungan tersebut semakin kuat sehingga upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bandung maupun wilayah Jawa Barat dapat dilakukan bersama-sama.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polda Jawa Barat,Diolah Redaksi








Komentar