Tiga Pejabat Strategis Polda Jabar Berganti, Publik Menanti Penegakan Hukum yang Lebih Responsif

Min.co.id |Bandung — Tiga posisi strategis di Polda Jawa Barat berganti pejabat dalam satu rangkaian serah terima jabatan (sertijab), Rabu (14/10/2026).

Mulai dari Wakapolda Jabar hingga pimpinan Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan Direktorat Reserse Siber, rotasi ini membawa tanggung jawab baru dalam menghadapi persoalan keamanan dan penegakan hukum yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Di balik pergantian tersebut, warga menanti bukan sekadar penyegaran organisasi, melainkan langkah nyata agar penanganan perkara semakin profesional, kejahatan siber lebih responsif ditangani, dan rasa aman semakin terjaga.

Sertijab berlangsung di Aula Lantai 4 Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar. Pergantian ini merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier dan penyegaran kepemimpinan.

Namun, bagi masyarakat, perubahan di tingkat pimpinan juga membawa harapan agar koordinasi kepolisian semakin kuat dan pelayanan hukum semakin mudah diakses.

Jabatan Wakapolda Jabar diserahterimakan dari Irjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar kepada Brigjen Pol. Rachmad Iswan Nusi. Adi Vivid selanjutnya mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri.

Sementara itu, Rachmad sebelumnya bertugas sebagai Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan pada Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), jabatan diserahterimakan dari Kombes Pol. Dr. Bismo Teguh Prakoso kepada Kombes Pol. Ade Mulyana. Bismo selanjutnya menjabat sebagai Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, sedangkan Ade sebelumnya menjabat Dirpolairud Polda Kepulauan Riau.

Pergantian juga terjadi pada Direktorat Reserse Siber (Ditressiber). Kombes Pol. Fian Yunus menyerahkan jabatan kepada Kombes Pol. Dr. Ronald Fredy Christian Sipayung. Fian selanjutnya bertugas sebagai Dirressiber Polda Metro Jaya, sementara Ronald sebelumnya menjabat Dirresnarkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Perubahan kepemimpinan tersebut berlangsung di tengah tantangan keamanan yang terus berkembang. Kejahatan berbasis teknologi, penipuan daring, serta berbagai tindak pidana khusus membutuhkan kemampuan penyelidikan yang cermat, pemanfaatan teknologi, dan koordinasi antarsatuan.

Bagi warga yang menjadi korban penipuan atau tindak pidana lainnya, persoalan tidak berhenti ketika laporan dibuat. Mereka membutuhkan kepastian bahwa pengaduan ditangani sesuai prosedur, informasi mengenai perkembangan perkara disampaikan secara patut, dan hak-hak mereka tetap dilindungi.

Karena itu, penguatan Ditressiber diharapkan mendukung penanganan kejahatan di ruang digital yang semakin beragam. Sementara Ditreskrimsus diharapkan mampu menjalankan penegakan hukum terhadap tindak pidana khusus sesuai kewenangannya, dengan mengedepankan profesionalisme, kecukupan bukti, dan ketentuan hukum.

Di sisi lain, Wakapolda memiliki peran penting dalam membantu Kapolda mengoordinasikan pelaksanaan tugas di lingkungan Polda Jabar. Koordinasi yang kuat di tingkat pimpinan diharapkan mendukung kinerja satuan, memperkuat pengawasan, dan memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan efektif.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki menegaskan bahwa serah terima jabatan bukan sekadar pergantian personel, melainkan bagian dari upaya memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian.

“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh integritas, profesionalisme, serta dedikasi. Saya berharap para pejabat yang baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program-program yang telah berjalan, serta menghadirkan inovasi dan langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan tugas kepolisian,” ujar Hengki.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan kontribusi para pejabat lama selama bertugas di Polda Jabar. Para pejabat yang mendapat penugasan baru diharapkan terus mengembangkan profesionalisme, menjaga soliditas, dan meningkatkan sinergi di tempat tugas masing-masing.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya kesinambungan organisasi di tengah pergantian kepemimpinan. Program yang telah berjalan diharapkan tetap dilanjutkan, sementara tantangan baru perlu dijawab melalui penyesuaian strategi dan peningkatan kemampuan personel.

Bagi masyarakat, keberhasilan rotasi jabatan tidak cukup diukur dari kelancaran prosesi sertijab atau perubahan susunan pejabat. Hasilnya akan lebih terasa ketika laporan warga ditindaklanjuti secara profesional, penegakan hukum dilakukan sesuai aturan, dan pelayanan diberikan tanpa mempersulit orang yang membutuhkan bantuan.

Kepercayaan publik juga dibangun melalui konsistensi tindakan. Masyarakat perlu melihat bahwa polisi mampu menangani persoalan secara objektif, melindungi korban, menghormati hak setiap pihak, serta memberikan informasi yang jelas sesuai ketentuan hukum.

Polda Jabar menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat profesionalisme personel, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Harapannya, perubahan di tiga posisi strategis ini dapat mendukung koordinasi yang lebih baik, penanganan perkara yang profesional, serta respons yang sesuai terhadap perkembangan kejahatan.

Pada akhirnya, pergantian pejabat bukan tujuan akhir. Masyarakat menantikan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari  laporan yang ditangani dengan baik, proses hukum yang memberikan kepastian, dan kehadiran polisi yang mampu menjaga rasa aman di tengah warga.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polda Jawa Barat, diolah Redaksi

Komentar

News Feed