Min.co.id | Ngawi — Bagi warga Desa Jatipuro, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, jembatan bukan sekadar bangunan penghubung.
Ketika banjir datang dan air meluap, akses yang biasa digunakan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari ikut menghadapi risiko.
Persoalan inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0805/Ngawi.
Program tersebut resmi dimulai pada Selasa (13/10/2026), dengan pengerjaan sejumlah infrastruktur yang diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu sasaran utamanya ialah peninggian dan pengecoran beton jembatan yang selama ini kerap dikeluhkan warga karena terdampak banjir.
TMMD yang berlangsung selama 30 hari itu tidak hanya menyasar jembatan. Pavingisasi jalan, pembangunan talud, penyediaan sarana air bersih melalui program TNI Manunggal Air, serta renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) juga masuk dalam agenda pembangunan.
Bagi masyarakat, hasil pekerjaan tersebut akan lebih berarti apabila benar-benar mempermudah mobilitas, memperkuat akses antarlokasi, dan membantu aktivitas ekonomi sehari-hari.
Terlebih, infrastruktur yang dibangun di wilayah pedesaan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik, tetapi juga menjadi penunjang akses warga terhadap berbagai kebutuhan.
Danrem yang meninjau sasaran fisik TMMD di Desa Jatipuro, Kolonel Untoro, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah mempercepat pembangunan di pedesaan.
“TMMD ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan, seperti di Jatipuro ini,” ujarnya.
Sebanyak 150 prajurit TNI diterjunkan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Pengerjaan dilakukan dengan mengedepankan semangat gotong royong dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.
Namun, manfaat pembangunan nantinya tidak cukup diukur dari selesainya pekerjaan. Ketahanan jembatan ketika debit air meningkat, kondisi jalan setelah digunakan masyarakat, serta keberlanjutan sarana air bersih akan menjadi bagian penting dari hasil yang dirasakan warga.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga menghadirkan kegiatan nonfisik. Agenda yang disiapkan meliputi pengobatan gratis, layanan kesehatan, pasar murah, bantuan sosial bagi warga kurang mampu, serta berbagai penyuluhan.
Rangkaian kegiatan itu memperluas sasaran program, dari pembangunan infrastruktur hingga pelayanan langsung kepada masyarakat. Meski demikian, dampaknya tetap bergantung pada kesesuaian layanan dengan kebutuhan warga serta manfaat yang dapat dirasakan setelah kegiatan berlangsung.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyambut pelaksanaan TMMD sebagai bentuk kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendukung pembangunan daerah.
Menurut Ony, pelaksanaan pembangunan melalui TMMD juga berpotensi menghemat anggaran pemerintah daerah sekitar Rp400 juta hingga Rp500 juta dibandingkan jika pekerjaan dilakukan melalui mekanisme kontraktual.
“Ketika dikerjakan oleh masyarakat, oleh TNI, dan berbagai elemen yang lain, kita bisa menghemat kurang lebih 400 juta sampai 500 juta rupiah jika dibanding dikerjakan dengan dikontraktualkan atau dikerjasamakan,” kata Ony.
Ia berharap program tersebut dapat membantu menyelesaikan persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat Jatipuro, terutama terkait jembatan yang kerap terdampak banjir.
Peninggian dan pengecoran beton jembatan diharapkan membuat akses warga lebih terjaga ketika air meluap. Meski demikian, ketahanan bangunan tetap perlu dilihat dari hasil pengerjaan dan kondisinya saat menghadapi situasi banjir.
Pelaksanaan TMMD ke-130 di Jatipuro menempatkan kebutuhan infrastruktur desa sebagai salah satu prioritas. Dalam waktu 30 hari, pekerjaan fisik dan kegiatan sosial ditargetkan memberi manfaat bagi masyarakat setempat.
Bagi warga, ukuran keberhasilan program bukan semata jumlah prajurit yang dikerahkan, banyaknya kegiatan yang digelar, atau besarnya anggaran yang dihemat.
Hal yang lebih penting ialah apakah jembatan menjadi lebih aman dilalui, jalan semakin mendukung aktivitas warga, rumah yang direnovasi menjadi lebih layak dihuni, dan akses air bersih benar-benar tersedia.
Di situlah manfaat TMMD akan terlihat ketika pembangunan tidak berhenti pada selesainya pekerjaan, tetapi menjawab persoalan yang selama ini menghambat kehidupan masyarakat desa.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Pendim Kodim 0805/Ngawi, diolah redaksi






Komentar