Min.co.id | Ciamis — Memahami cara mengatur lalu lintas, mengenali potensi bencana, hingga mengetahui tindakan awal saat menemukan kejadian darurat menjadi bekal penting bagi generasi muda. Pengetahuan itu pula yang diperoleh 10 anggota Saka Bhayangkara Kwartir Ranting Rajadesa dalam kegiatan pembinaan bersama personel Polsek Rajadesa, Minggu (11/10/2026).
Pembinaan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut tidak hanya berisi materi kepramukaan. Para peserta juga dikenalkan pada sejumlah keterampilan yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan masyarakat, mulai dari ketertiban masyarakat (Tibmas), lalu lintas, penanggulangan bencana, hingga tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP).
Tiga personel Polsek Rajadesa yang terlibat dalam kegiatan itu adalah AIPDA Robianto, AIPDA Agus Wahyudi, dan BRIPKA Angga Sundara.
Bagi anggota pramuka, pembekalan semacam ini dapat menjadi kesempatan untuk memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan di sekolah atau gugus depan. Pengetahuan tentang keselamatan dan ketertiban juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika berhadapan dengan situasi yang membutuhkan sikap tenang, disiplin, dan tanggung jawab.
Materi yang diberikan mencakup empat krida Saka Bhayangkara. Krida Tibmas berkaitan dengan pemahaman ketertiban masyarakat, krida lalu lintas mengenalkan pentingnya keselamatan di jalan, sedangkan krida penanggulangan bencana membekali peserta dengan pengetahuan dasar menghadapi keadaan darurat. Adapun krida TPTKP memperkenalkan langkah awal yang perlu dipahami ketika berada di lokasi kejadian.
Dalam penerapannya, pengetahuan tersebut tetap harus digunakan sesuai kemampuan dan prosedur yang berlaku. Anggota muda, misalnya, perlu memahami kapan dapat membantu dan kapan harus menyerahkan penanganan kepada petugas yang berwenang.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melalui Kapolsek Rajadesa IPTU Radius Windhu Astono menyampaikan bahwa pembinaan Saka Bhayangkara merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda. Kegiatan kepramukaan diharapkan menumbuhkan kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Harapannya, anggota Saka Bhayangkara tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai tersebut ke lingkungan sekolah dan masyarakat. Sikap tertib berlalu lintas, kepedulian saat terjadi bencana, serta keberanian melaporkan potensi gangguan keamanan merupakan contoh sederhana yang dapat dimulai dari kehidupan sehari-hari.
Pembinaan ini sekaligus membuka ruang interaksi antara kepolisian dan generasi muda. Hubungan tersebut penting agar anak-anak muda memiliki pemahaman yang tepat mengenai keamanan, tanggung jawab sosial, dan peran mereka dalam kehidupan bermasyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan lancar. Meski demikian, hasil pembinaan tidak semata-mata diukur dari terlaksananya kegiatan, melainkan juga dari sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dapat dipahami dan diterapkan oleh para peserta.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, diolah redaksi








Komentar