Min.co.id | Ciamis — Air yang berbau tidak sedap dan ikan-ikan yang ditemukan mati di kolam warga memunculkan kekhawatiran di Dusun Ciloa, Desa Sukahaji, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis.
Warga melaporkan kondisi tersebut, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ciamis.
Pada Jumat (9/10/2026), tim DLH bersama aparat kepolisian dan TNI meninjau sejumlah titik yang berkaitan dengan laporan warga. Pemeriksaan dilakukan mulai sekitar pukul 11.00 WIB, termasuk menyusuri saluran air yang mengarah ke Dusun Ciloa.
Persoalan ini menjadi perhatian karena perubahan kondisi air bukan hanya menyangkut kenyamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kehidupan warga yang memiliki kolam ikan dan beraktivitas di sekitar aliran tersebut.
Dalam peninjauan itu, tim DLH turut mendatangi pabrik tahu dan pabrik Putra AR. Kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemeriksaan untuk membantu menelusuri kondisi lingkungan yang dikeluhkan warga.
Namun, kunjungan ke lokasi usaha tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pencemaran yang berasal dari pabrik. Penyebab perubahan kualitas air masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis dan hasil pengujian oleh instansi berwenang.
Bagi warga yang menemukan ikan mati dan mencium bau tidak sedap dari air, persoalan paling mendesak adalah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Tanpa kepastian penyebab, masyarakat akan kesulitan menentukan langkah yang tepat untuk melindungi lingkungan dan mengantisipasi dampak lanjutan.
Karena itu, pemeriksaan lapangan menjadi tahap awal yang penting. Hasilnya diharapkan dapat menjelaskan kondisi air, kemungkinan sumber masalah, serta tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah persoalan serupa berulang.
Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Dede Romansah dari Polsek Cihaurbeuti bersama Babinsa Peltu Budi H. mendampingi Kepala DLH Kabupaten Ciamis beserta staf. Pendampingan dilakukan untuk mendukung koordinasi dan menjaga kegiatan pemeriksaan berlangsung tertib.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Cihaurbeuti IPTU Agus Fredi Muharom, S.IP., M.Si., menyatakan kepolisian mendukung tindak lanjut laporan masyarakat terkait persoalan lingkungan.
Kepolisian juga mengimbau warga tetap tenang, menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan melalui jalur resmi. Warga diminta tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat memicu perselisihan.
Peninjauan yang dilakukan DLH menjadi langkah awal untuk mencari kejelasan atas keluhan warga Sukahaji dan wilayah sekitarnya. Akan tetapi, informasi mengenai hasil pengujian sampel air, penyebab kematian ikan, maupun sumber bau belum disampaikan dalam keterangan kegiatan tersebut.
Kepastian itu penting agar penanganan tidak berhenti pada kunjungan lapangan. Jika ditemukan gangguan kualitas air, langkah lanjutan perlu ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan, termasuk upaya pemulihan lingkungan dan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak.
Selama peninjauan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan terkendali. Kini, perhatian warga tertuju pada hasil pemeriksaan teknis yang diharapkan mampu menjawab pertanyaan utama: apa penyebab air berubah dan bagaimana persoalan itu dapat diselesaikan?
Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan penanganan bukan semata kehadiran petugas di lokasi, melainkan kejelasan hasil pemeriksaan dan tindakan nyata agar lingkungan kembali aman digunakan.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar