Min.co.id | Ciamis — Bagi anak-anak yang akan mengikuti perlombaan keagamaan, MTQ dan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) bukan sekadar agenda tahunan. Ada latihan membaca Al-Qur’an, persiapan tampil, hingga harapan membawa nama desa masing-masing.
Sementara bagi masyarakat, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan keagamaan yang diperkirakan melibatkan banyak peserta dan warga.
Karena itu, sebelum kegiatan berlangsung, berbagai persiapan mulai dibahas di tingkat Kecamatan Cihaurbeuti, Ciamis.
Rapat persiapan digelar di Kantor KUA Kecamatan Cihaurbeuti, Selasa (6/10/2026). Pembahasannya mencakup pelaksanaan MTQ, FASI serta Hari Santri Nasional (HSN) yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026 di Desa Sukamaju.
Polsek Cihaurbeuti ikut dalam pembahasan tersebut bersama unsur kecamatan, TNI, pemerintah desa dan sejumlah organisasi keagamaan.
Bukan Sekadar Soal Perlombaan
Di balik perlombaan membaca Al-Qur’an dan kegiatan keagamaan, ada pekerjaan lain yang harus dipastikan berjalan.
Peserta harus mengetahui lokasi kegiatan. Panitia harus mengatur rangkaian acara. Pemerintah desa perlu menyiapkan dukungan di wilayahnya. Sementara ketika jumlah warga yang datang meningkat, persoalan lalu lintas dan keamanan juga perlu diperhitungkan.
Itulah yang membuat rapat persiapan dilakukan jauh sebelum hari pelaksanaan.
Dalam pertemuan tersebut hadir Camat Cihaurbeuti, perwakilan Koramil, Sekmat, Kepala KUA, para kepala desa se-Kecamatan Cihaurbeuti, Ketua PHBI, MUI, FSPP, DMI, BAZNAS dan BPKMRI.
Dari kepolisian, Polsek Cihaurbeuti diwakili Kanit Binmas Aipda Dadan Rudiana.
Kapolsek Cihaurbeuti Iptu Agus Predi Muharom mengatakan kepolisian siap mendukung kegiatan keagamaan yang akan digelar di wilayah tersebut.
“Koordinasi sejak tahap persiapan ini penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif. Kami juga akan berkoordinasi dengan panitia dan unsur terkait mengenai kebutuhan pengamanan di lapangan,” ujar Agus.
Hari Santri Digelar 18 Oktober
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam rapat adalah pelaksanaan Hari Santri Nasional yang akan dipusatkan di Desa Sukamaju pada 18 Oktober 2026.
Kegiatan itu berlangsung bersamaan dengan rangkaian agenda keagamaan lainnya sehingga kesiapan di lapangan menjadi penting.
Bagi peserta MTQ dan FASI, perhatian tentu lebih banyak tertuju pada perlombaan. Namun bagi panitia dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan, kelancaran acara tidak hanya ditentukan oleh kesiapan peserta.
Pengaturan lokasi, arus kedatangan warga hingga kebutuhan pengamanan menjadi bagian yang perlu dipikirkan sebelum acara dimulai.
Kepolisian menyatakan akan berkoordinasi dengan panitia dan unsur terkait untuk menyesuaikan kebutuhan pengamanan selama kegiatan.
Menunggu Hari Pelaksanaan
Rapat persiapan tersebut menjadi tahap awal sebelum masyarakat Cihaurbeuti mengikuti rangkaian kegiatan pada pertengahan Oktober.
Bagi keluarga peserta, khususnya anak-anak yang akan mengikuti FASI dan perlombaan keagamaan, hari pelaksanaan tentu menjadi momen yang ditunggu.
Di sisi lain, panitia memiliki pekerjaan untuk memastikan kegiatan tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga nyaman bagi peserta dan masyarakat yang datang.
Karena itu, koordinasi lintas pihak menjadi bagian penting sebelum kegiatan dimulai.
Yang diharapkan warga sebenarnya sederhana: anak-anak dapat mengikuti perlombaan dengan tenang, masyarakat dapat hadir tanpa khawatir, dan seluruh rangkaian Hari Santri berjalan sebagaimana mestinya.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah kegiatan keagamaan tidak hanya terlihat dari ramainya acara. Ia juga terlihat dari bagaimana peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan masyarakat bisa pulang membawa pengalaman yang baik.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciami,Diolah Redaksi










Komentar