Min.co.id | Ciamis — Bagi warga Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Sedekah Pasarean bukan sekadar tradisi tahunan.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk mengungkapkan rasa syukur, mengenang cikal bakal desa, sekaligus menjaga ikatan kebersamaan yang diwariskan antargenerasi.
Tradisi tersebut berlangsung di Makam Adipati Arya Kusumadinata, Kamis (8/10/2026), mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB. Warga berkumpul untuk menjalankan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.
Di tengah kegiatan, nilai yang dijaga bukan hanya penghormatan kepada leluhur, melainkan juga hubungan antarsesama warga. Tradisi menjadi kesempatan untuk bertemu, bersilaturahmi, dan merawat rasa memiliki terhadap sejarah desa.
Sedekah Pasarean dilaksanakan secara rutin setiap tahun oleh masyarakat Desa Gegempalan. Kegiatan ini dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk penghormatan kepada leluhur yang diyakini memiliki peran dalam sejarah terbentuknya desa.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, hingga warga yang mengikuti tradisi. Hadir pula perwakilan Kecamatan Cikoneng, Ketua MUI Kecamatan Cikoneng, Ketua MUI Desa Gegempalan, serta unsur TNI dan Polri.
Penanggung jawab kegiatan, Dede Didin Zaenal Abidin, memimpin pelaksanaan tradisi tersebut.
Keberlangsungan Sedekah Pasarean menunjukkan bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat. Nilai budaya seperti ini dapat terus diwariskan ketika generasi berikutnya mengenal makna di balik pelaksanaannya, bukan sekadar mengikuti rangkaian acara setiap tahun.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, personel Polsek Cikoneng melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi. Kapolsek Cikoneng Kompol H. Husen Sujana, S.H., M.H., turut hadir bersama unsur pemerintah dan tokoh masyarakat.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Cikoneng menyampaikan bahwa kepolisian mendukung kegiatan masyarakat selama dilaksanakan secara tertib dan sesuai ketentuan.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat melaksanakan tradisi Sedekah Pasarean dengan aman, nyaman dan tertib. Kegiatan seperti ini juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat, sehingga perlu kita jaga bersama agar tetap berlangsung kondusif,” ujarnya.
Husen juga menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga dalam menjaga keamanan kegiatan masyarakat.
Pengamanan tersebut memberi ruang bagi warga untuk menjalankan tradisi tanpa mengabaikan ketertiban bersama. Namun, keberlanjutan tradisi pada akhirnya juga bergantung pada kesediaan masyarakat untuk merawat nilai kebersamaan dan meneruskannya kepada generasi muda.
Seorang warga yang mengikuti kegiatan mengapresiasi kehadiran personel Polsek Cikoneng karena dinilai membantu menjaga rasa aman selama tradisi berlangsung.
Sepanjang kegiatan, situasi dilaporkan berjalan aman dan lancar. Tidak hanya menjadi agenda tahunan, Sedekah Pasarean juga mempertemukan warga dengan pemerintah desa serta tokoh agama dalam suasana kebersamaan.
Di tengah perubahan zaman, tradisi seperti Sedekah Pasarean memiliki arti ketika mampu menjaga hubungan masyarakat dengan sejarahnya sekaligus memperkuat kerukunan di masa kini.
Bagi warga Gegempalan, menghormati leluhur bukan hanya soal mengingat masa lalu. Ada pula tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan yang diwariskan agar tetap hidup dalam kehidupan desa hari ini dan generasi yang akan datang.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar