Min.co.id | Ciamis — Ketika aktivitas warga berlangsung sejak pagi, rasa aman sering kali hadir dalam bentuk yang sederhana jalan lingkungan yang tenang, aktivitas ekonomi yang berjalan normal, dan adanya petugas yang mudah ditemui ketika muncul persoalan.
Kebutuhan itu menjadi salah satu alasan patroli kepolisian masih penting dilakukan, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas masyarakat cukup beragam. Di Panjalu dan Sukamantri, kehadiran polisi di lapangan juga diarahkan bukan sekadar berkeliling, tetapi mendengar langsung informasi dari masyarakat.
Polsek Panjalu Polres Ciamis melaksanakan patroli dialogis pada Selasa (29/9/2026) pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Petugas menyambangi sejumlah wilayah di Desa Panjalu, Desa Bahara, dan Desa Hujungtiwu, Kecamatan Panjalu, serta Desa Sukamantri dan Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri.
Tiga personel, yakni Aipda Asep Herdianto, Aipda Doni Hermana, dan Brigadir Aleh Sukiparno, melakukan pemantauan sekaligus berdialog dengan warga.
Bagi masyarakat, pola seperti ini memiliki arti lebih dari sekadar keberadaan kendaraan patroli di jalan. Dialog membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang mungkin tidak selalu terlihat dari laporan resmi termasuk potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melalui Kapolsek Panjalu AKP Yaya Koswara mengatakan patroli dialogis merupakan langkah preventif untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.
“Patroli dialogis merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat. Selain memantau situasi wilayah, personel juga membangun komunikasi dengan masyarakat untuk menyerap informasi terkait kamtibmas dan mengantisipasi sejak dini potensi gangguan keamanan maupun kriminalitas,” ujar Yaya.
Namun, menjaga keamanan lingkungan tentu bukan hanya pekerjaan polisi.
Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dalam mengenali kondisi di lingkungan sendiri dan menyampaikan informasi ketika menemukan sesuatu yang mencurigakan. Respons cepat akan lebih mungkin dilakukan ketika komunikasi antara warga dan aparat berjalan dua arah.
Karena itu, patroli tidak seharusnya berhenti pada kegiatan keliling wilayah. Nilai pentingnya justru terlihat dari apa yang dilakukan setelah informasi warga diterima apakah laporan ditindaklanjuti, apakah potensi gangguan dicegah, dan apakah masyarakat mendapatkan akses komunikasi yang jelas ketika membutuhkan bantuan.
Yaya mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan dan segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas.
Selama patroli berlangsung, situasi di wilayah yang disambangi dilaporkan aman, lancar, dan kondusif.
Bagi warga, keamanan bukan sekadar kalimat dalam laporan kegiatan. Ukurannya jauh lebih sederhana mereka dapat beraktivitas dengan tenang dan tahu harus menghubungi siapa ketika sesuatu mulai tidak beres.
Di situlah kehadiran aparat dan kewaspadaan masyarakat bertemu bukan hanya mencegah kejahatan, tetapi memastikan persoalan keamanan tidak dibiarkan membesar sebelum ditangani.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar