Selasa (29/9/2026), Tim Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Polda Jawa Barat melakukan pengecekan personel di sejumlah pos pengamanan sekaligus memantau situasi di sekitar Hotel Crowne Plaza Bandung yang menjadi salah satu lokasi penginapan peserta turnamen.
Yang diperiksa bukan hanya keberadaan personel. Akses keluar-masuk hotel, kondisi lingkungan sekitar hingga kesiapsiagaan petugas menjadi bagian dari pemantauan.
Bagi masyarakat, pengamanan di kawasan hotel mungkin tidak terlalu terlihat dibandingkan penjagaan di stadion. Namun tempat penginapan merupakan bagian dari rangkaian aktivitas peserta, termasuk ketika mereka keluar menuju tempat latihan atau venue pertandingan dan kembali ke hotel.
Artinya, keamanan turnamen tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi selama 90 menit pertandingan berlangsung.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan personel yang terlibat dalam Operasi Terpusat Garuda Bakti 2026 memahami tugas dan titik pengamanan masing-masing serta siap merespons apabila terjadi perubahan situasi.
“Pengecekan secara rutin dilakukan untuk memastikan kesiapan personel sekaligus memantau perkembangan situasi di lapangan. Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan FIFA ASEAN Cup 2026 berjalan aman, tertib dan lancar,” ujar Hendra.
Polda Jabar sebelumnya menyiapkan personel gabungan untuk mengamankan berbagai rangkaian kegiatan turnamen di wilayah Jawa Barat. Pengamanan mencakup venue pertandingan, lokasi latihan, jalur pergerakan peserta hingga hotel yang digunakan sebagai akomodasi delegasi.
Pola tersebut menunjukkan bahwa pengamanan event internasional membutuhkan pengawasan yang bergerak mengikuti aktivitas peserta. Ketika pemain dan ofisial berpindah dari hotel menuju tempat latihan atau pertandingan, jalur yang mereka lewati juga menjadi bagian dari perhatian aparat.
Dari hasil pengecekan Tim Patroli KRYD, situasi di sekitar pos pengamanan dan Hotel Crowne Plaza Bandung dilaporkan aman dan kondusif. Personel yang bertugas juga dinyatakan siap menjalankan tanggung jawab sesuai ploting pengamanan.
Namun bagi publik, keamanan sebuah turnamen bukan hanya soal memastikan delegasi terlindungi. Masyarakat di sekitar lokasi juga membutuhkan aktivitas sehari-hari tetap berjalan tanpa gangguan yang tidak perlu.
Jalan tetap dapat digunakan, kawasan hotel tetap tertib, dan mobilitas peserta dapat berlangsung tanpa menimbulkan persoalan baru bagi warga.
Hendra mengatakan patroli dan pemantauan akan terus dioptimalkan di lokasi yang berkaitan dengan FIFA ASEAN Cup 2026, termasuk venue pertandingan, tempat latihan, jalur pergerakan dan hotel.
“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan situasi secara umum aman dan kondusif. Personel tetap kami siagakan dan melaksanakan tugas sesuai ploting pengamanan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta, official maupun masyarakat,” katanya.
Operasi Garuda Bakti 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang menjaga pertandingan agar tidak terganggu. Tantangannya adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan dari hotel, perjalanan, latihan hingga stadion—berjalan aman tanpa membuat masyarakat kehilangan rasa nyaman.
Sebab bagi penonton, peserta, maupun warga sekitar, keberhasilan pengamanan justru terasa ketika semuanya berjalan normal pertandingan berlangsung, peserta aman, lalu lintas terkendali, dan kehidupan warga tetap berjalan seperti biasa.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar, diolah Redaksi








Komentar