Min.co.id | Ciamis — Keamanan sebuah kampung tidak selalu dimulai dari patroli atau kehadiran polisi. Sering kali, persoalan justru lebih cepat diketahui oleh orang-orang yang setiap hari tinggal dan berinteraksi di lingkungan tersebut.
Di Desa Ciparigi, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, komunikasi antara tokoh masyarakat dan kepolisian kembali didorong untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang bisa muncul di lingkungan warga.
Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Ciparigi Aiptu Rahmat menyambangi sejumlah tokoh masyarakat setempat. Pertemuan itu menjadi ruang untuk membicarakan keamanan sekaligus persoalan lain yang berpotensi mengganggu kehidupan warga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah informasi yang belum jelas kebenarannya. Di tengah cepatnya penyebaran kabar melalui media sosial dan percakapan warga, masyarakat diminta tidak langsung percaya atau ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Tokoh masyarakat juga diajak ikut menjadi penyaring informasi sebelum sebuah isu berkembang menjadi perselisihan.
Bagi lingkungan perdesaan, persoalan keamanan juga tidak berhenti pada isu sosial. Ancaman kebakaran saat membuka lahan menjadi perhatian lain, terutama ketika kondisi kering mulai dirasakan.
Warga diingatkan untuk tidak menggunakan cara pembakaran ketika membuka lahan. Jika menemukan wilayah yang mengalami kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih, masyarakat juga diminta segera melaporkannya agar dapat ditindaklanjuti.
Sementara pada malam hari, warga diajak kembali memperkuat ronda lingkungan. Kebiasaan tamu melapor kepada RT dalam waktu 1 x 12 jam juga kembali diingatkan sebagai bagian dari upaya mengenali aktivitas di lingkungan.
Langkah-langkah tersebut terlihat sederhana. Namun bagi sebuah kampung, informasi tentang siapa yang datang, kondisi lingkungan, hingga persoalan yang mulai muncul bisa menjadi penting ketika keamanan harus dijaga bersama.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Sukadana IPTU Dayat Hidayat mengatakan komunikasi langsung dengan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Sambang kamtibmas ini menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi dan sinergitas antara kepolisian dengan tokoh masyarakat. Kami mengajak para tokoh masyarakat untuk bersama-sama menyampaikan pesan kamtibmas kepada warga sehingga tercipta kepedulian bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar IPTU Dayat Hidayat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum diketahui kebenarannya serta segera berkoordinasi dengan kepolisian jika menemukan persoalan di lingkungan.
Bagi warga Ciparigi, komunikasi langsung seperti ini membuka ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka temui sehari-hari. Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat, sementara warga memiliki jalur komunikasi ketika menemukan sesuatu yang dianggap perlu ditindaklanjuti.
Pada akhirnya, menjaga keamanan kampung bukan pekerjaan yang bisa diserahkan sepenuhnya kepada aparat. Ronda yang kembali hidup, kepedulian terhadap pendatang, keberanian memeriksa kebenaran informasi, hingga kesadaran mencegah kebakaran merupakan bagian dari keamanan yang dibangun dari lingkungan sendiri.
Sebab sebuah kampung yang aman bukan hanya kampung yang jarang didatangi polisi, tetapi kampung yang warganya saling mengenal, peduli, dan tidak membiarkan persoalan kecil berkembang menjadi masalah besar.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber:HumasPolres Ciamis,Diolah Redaksi








Komentar