Dari Tumpukan Sampah hingga Santunan Anak Yatim, Pemuda Indramayu Bergerak di Tirtamaya

Min.co.id | Indramayu – Minggu pagi di Pantai Tirtamaya, Kabupaten Indramayu, bukan hanya tentang wisatawan yang menikmati laut. Di tengah suasana pantai, sejumlah pemuda justru sibuk dengan kegiatan yang menyentuh sisi lain kehidupan masyarakat membersihkan lingkungan, berolahraga bersama hingga menyerahkan bantuan kepada anak yatim dan warga kurang mampu.

Kegiatan itu menjadi bagian dari Bulan Bhakti Karang Taruna (BBKT) ke-66 tahun 2026 yang digelar di Pantai Tirtamaya, Minggu (27/9/2026).

Bagi masyarakat yang datang, kegiatan tersebut mempertemukan banyak hal dalam satu tempat. Ada kegiatan keagamaan, kesenian, olahraga, kepedulian lingkungan hingga aksi sosial.

Namun yang menarik bukan semata banyaknya kegiatan. Yang terlihat adalah bagaimana para pemuda mencoba membawa aktivitas organisasi lebih dekat dengan persoalan yang ditemui masyarakat sehari-hari.

Pantai Bersih, Kepedulian Diuji

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah bersih-bersih pantai atau grebek sampah.

Pantai sebagai ruang publik tidak hanya membutuhkan pengunjung, tetapi juga kepedulian terhadap kebersihannya. Karena itu, aksi para anggota Karang Taruna diarahkan untuk menumbuhkan perhatian bersama terhadap kondisi lingkungan kawasan wisata.

Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Indramayu, M. Dahroni atau Danang, mengatakan rangkaian BBKT tahun ini membawa tema “Bersatu, Bergerak, Berdampak.”

Menurut dia, tema tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi mendorong kader Karang Taruna lebih peka terhadap persoalan sosial di lingkungannya.

“Harapannya, tema pada tahun ini bisa menginspirasi dan bisa menjadi komitmen untuk kawan-kawan Karang Taruna khususnya yang ada di Kabupaten Indramayu untuk mampu menyatukan diri, bersatu, dan bergerak, kepekaan sosialnya lebih tinggi,” ujar Danang.

Seratus Anak Menerima Santunan

Di tengah kegiatan yang berlangsung di kawasan pantai, perhatian juga diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebanyak 100 anak yatim dan fakir miskin menerima santunan berupa beras, uang tunai serta goodie bag berisi sejumlah perlengkapan sekolah.

Bantuan tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan sosial BBKT.

Di sisi lain, kegiatan juga diisi senam sehat yang melibatkan perwakilan Karang Taruna dari berbagai kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Sementara unsur budaya hadir melalui Ruwat Jagat dan Munajat, doa bersama, Karang Taruna Bersholawat serta pertunjukan wayang dengan dalang cilik dari Kecamatan Juntinyuat.

Rangkaian kegiatan itu kemudian dilengkapi pagelaran Sandiwara Lingga Buana.

Tirtamaya dan Potensi yang Masih Perlu Dibenahi

Pemilihan Pantai Tirtamaya sebagai lokasi kegiatan juga tidak lepas dari perhatian terhadap kawasan wisata tersebut.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Indramayu, H. Syaefudin, S.H., M.H., menilai Tirtamaya memiliki potensi wisata yang perlu mendapat perhatian dan evaluasi lebih lanjut.

Ia menyebut kawasan tersebut memiliki nilai historis dan dikenal masyarakat sebagai salah satu destinasi wisata di Indramayu.

“Saya tadi melihat beberapa potensi-potensi yang harus dijadikan sebagai bahan untuk evaluasi dan perbaikan, sehingga nanti potensi wisata bisa berkembang di sini,” kata Syaefudin.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Syaefudin mengenai potensi pengembangan kawasan. Belum ada data dalam kegiatan tersebut mengenai besaran dampak ekonomi atau peningkatan kunjungan wisata sebagai akibat dari pelaksanaan BBKT.

Tradisi Berkumpul yang Belum Hilang

Bagi Karang Taruna, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bertemunya para pemuda dari berbagai wilayah kecamatan.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Indramayu itu mengatakan BBKT merupakan agenda tahunan yang mempertemukan berbagai unsur Karang Taruna sekaligus menjadi bagian dari kegiatan sosial masyarakat.

“Yang jelas semangat kami dari seluruh komponen Karang Taruna semua di seluruh Indramayu hadir di sini,” ujar Syaefudin.

Ia juga menekankan peran Karang Taruna di tingkat desa karena posisinya paling dekat dengan masyarakat.

Pesan itu menunjukkan bahwa ukuran keberadaan organisasi kepemudaan tidak hanya terlihat ketika kegiatan besar berlangsung. Justru di tingkat desa, aktivitas sosial sehari-hari menjadi ruang untuk melihat apakah semangat tersebut benar-benar berlanjut.

Dari Pantai Tirtamaya, Minggu pagi itu, pesan tersebut hadir dalam bentuk yang sederhana  pemuda berkumpul, lingkungan dibersihkan, anak-anak menerima bantuan, dan masyarakat kembali bertemu dalam suasana kebersamaan.

Tema “Bersatu, Bergerak, Berdampak” akhirnya tidak hanya terdengar dalam rangkaian acara. Maknanya justru diuji setelah kegiatan selesai ketika para pemuda kembali ke lingkungan masing-masing dan berhadapan dengan persoalan masyarakat yang nyata.

Penulis: wiwin Hidayat
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Peliputan dan Wawancara Langsung

Komentar

News Feed