Min.co.id | Bandung – Apa yang bisa dilakukan mahasiswa ketika melihat persoalan keamanan, ketertiban, dan berbagai masalah sosial terjadi di sekeliling mereka? Pertanyaan itu mengemuka dalam kuliah umum yang diberikan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto kepada mahasiswa baru Universitas Langlangbuana (Unla) Bandung, Rabu (23/9/2026).
Di hadapan para mahasiswa, Pipit tidak hanya berbicara tentang kepolisian. Ia justru membuka ruang agar dunia kampus ikut membaca berbagai persoalan yang terjadi di Jawa Barat.
Mahasiswa, menurut dia, memiliki posisi penting karena berada di lingkungan akademik yang memungkinkan sebuah persoalan dilihat dari berbagai sudut pandang. Karena itu, Polda Jabar berencana menggandeng kalangan akademisi Unla sebagai mitra untuk mengkaji sejumlah isu yang berkembang di masyarakat.
“Kami mengharapkan mereka jadi mitra strategis. Di sini (Unla) ada Pusat Studi Kepolisian, sehingga kami akan bersama-sama untuk mengkaji setiap isu-isu masalah yang ada di Jawa Barat,” kata Pipit seusai memberikan kuliah umum.
Ajakan itu sekaligus menjadi pesan kepada mahasiswa baru bahwa kehidupan kampus tidak harus berhenti di ruang kelas. Persoalan yang mereka temui sehari-hari di lingkungan masyarakat dapat menjadi bahan untuk berpikir, berdiskusi, bahkan diteliti.
Jangan Hanya Melihat, Tapi Peka
Pipit mendorong mahasiswa untuk memiliki kepekaan terhadap perubahan yang terjadi di sekitar mereka. Menurutnya, perkembangan situasi di masyarakat membutuhkan respons yang tidak hanya cepat, tetapi juga didukung cara berpikir kritis.
“Kita mendorong adik-adik mahasiswa juga cepat merespon tentang adanya perkembangan situasi yang ada saat ini,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi penting bagi mahasiswa yang baru memulai perjalanan akademiknya. Mereka tidak hanya dituntut menyelesaikan tugas dan mengejar nilai, tetapi juga diharapkan memahami persoalan yang terjadi di lingkungan tempat mereka hidup.
Di Unla sendiri terdapat Pusat Studi Kepolisian yang dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pendekatan akademik dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan aparat.
Dari ruang akademik itulah, persoalan Kamtibmas dapat dibicarakan tidak hanya berdasarkan apa yang terlihat di permukaan, tetapi juga melalui kajian dan sudut pandang ilmiah.
Pesan Wagub: Ilmu Harus Kembali ke Masyarakat
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut juga menitipkan pesan kepada para mahasiswa.
Menurut Erwan, perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi pada akhirnya bukan sekadar mengejar gelar. Ada tanggung jawab agar ilmu yang diperoleh kelak memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mereka harus bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, bisa bekerja dengan tetap menjaga integritas, dan kehadirannya bisa bermanfaat,” ujar Erwan.
Pesan itu membawa persoalan kembali kepada hal yang paling dekat dengan mahasiswa: bagaimana mereka menjalani masa kuliah dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kampus.
Bagi Polda Jabar, ruang tersebut dapat menjadi awal kolaborasi dengan kalangan akademisi. Bagi mahasiswa, kesempatan itu bisa menjadi pengalaman untuk melihat bahwa persoalan di Jawa Barat bukan hanya urusan pemerintah atau aparat.
Ada ruang bagi anak-anak muda untuk ikut bertanya, meneliti, menyampaikan gagasan, dan mencari jalan keluar berdasarkan ilmu yang mereka pelajari.
Dari bangku kuliah, mereka diajak melihat Jawa Barat bukan sekadar sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai ruang kehidupan yang berbagai persoalannya perlu dipahami bersama.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar,Diolah Redaksi










Komentar