Min.co.id | Bekasi – Segelas jus mungkin terlihat sederhana. Namun bagi peserta pelatihan penyandang disabilitas di Bekasi, keterampilan membuat minuman sehat itu bisa menjadi langkah kecil untuk membangun kepercayaan diri, kemandirian, bahkan membuka peluang usaha.
Pelatihan membuat jus sehat tersebut digelar dalam kegiatan Talent Hub Inklusif di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Jumat (18/9/2026). Kegiatan itu mempertemukan Talent & Innovation Hub BPKK Bekasi dengan Rumah Kreatif Disabilitas melalui tema “Berkarya dan Berkembang Bersama Anak Penyandang Disabilitas.”
Ketua Pembina Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemnaker Sumarni Yassierli mengatakan kesempatan untuk belajar dan berkembang seharusnya terbuka bagi siapa pun.
“Setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki potensi, bakat, dan semangat yang patut kita dukung bersama. Karena itu, pemberdayaan perlu diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan ruang untuk belajar dan berkembang,” ujar Sumarni.
Bagi peserta, pelatihan tersebut tidak berhenti pada cara mengolah buah menjadi minuman. Mereka juga mendapat ruang untuk mencoba, berkreasi dan membangun keberanian mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Keterampilan itu dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi kegiatan produktif. Dari kemampuan sederhana, peserta memiliki pilihan untuk mencoba mengembangkannya menjadi peluang usaha.
“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Jadikan pelatihan ini sebagai ruang untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi agar dapat mandiri serta memberikan karya terbaik bagi lingkungan sekitar,” kata Sumarni.
Pemberdayaan, menurut Sumarni, membutuhkan ruang yang memungkinkan penyandang disabilitas tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mengembangkan kemampuan sesuai potensi masing-masing.
Karena itu, ia mengapresiasi kolaborasi Talent & Innovation Hub BPKK Bekasi dan Rumah Kreatif Disabilitas dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi semacam ini diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak penyandang disabilitas memperoleh kesempatan untuk belajar, berkarya dan mengembangkan keterampilan yang dapat menunjang kemandirian.
Pada akhirnya, yang dibawa pulang peserta bukan hanya pengetahuan membuat jus. Ada pengalaman baru, keberanian untuk mencoba dan kemungkinan bahwa keterampilan sederhana hari ini dapat menjadi sesuatu yang lebih besar di kemudian hari.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Biro Humas Kemnaker, diolah Redaksi






Komentar