Dari Majalengka ke Panggung Dunia, Allan dan Tim Nuklir Indonesia Raih Juara 2 IAEA

Min.co.id | Jakarta — Nama Majalengka ikut disebut di panggung kompetisi nuklir dunia. Allan Sofyan Azis Somamihardja, putra daerah asal Majalengka dan alumnus SMAN 2 Majalengka, bersama tiga rekannya berhasil membawa tim mahasiswa Indonesia meraih Runner Up Dunia atau Juara 2 dalam IAEA Uranium Mine Challenge 2026.

Prestasi itu diraih tim mahasiswa Polytechnic Institute of Nuclear Technology dari Jurusan Nuclear Chemical Engineering dalam kompetisi yang digelar oleh International Atomic Energy Agency (IAEA).

Allan bertindak sebagai ketua tim. Ia berkompetisi bersama Muhammad Subhan Al Ghibani, Bima Gead Yudandi, dan Abraham Watubere, di bawah bimbingan Dr.Sc. Bidhari Pidhatika, S.T., M.Sc.

Bagi Allan, pencapaian tersebut bukan sekadar gelar juara. Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa Indonesia untuk menunjukkan bahwa kemampuan teknologi, inovasi, dan gagasan tentang pertambangan yang aman dan berkelanjutan dapat bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Kompetisi bertajuk Build a Smart and Sustainable Uranium Mine itu diluncurkan IAEA pada awal 2026. Pesertanya merupakan mahasiswa dari berbagai bidang, termasuk ilmu kebumian, geologi, dan teknik pertambangan.

Yang membuat kompetisi ini berbeda, peserta tidak hanya diminta menyusun konsep tambang uranium di atas kertas. Mereka menggunakan Minecraft Education untuk membangun sekaligus memperagakan rancangan tambang virtual, mulai dari proses ekstraksi bijih hingga menghasilkan yellowcake, yakni konsentrat uranium yang menjadi bahan baku dalam rantai pasok bahan bakar nuklir.

Namun, tantangannya bukan sekadar membuat tambang terlihat canggih.

Setiap tim harus merancang sistem yang memperhitungkan teknologi pertambangan, efisiensi ekstraksi, perlindungan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, hingga aspek proteksi radiasi.

Tim yang dipimpin Allan berhasil melewati seleksi awal dan masuk ke babak final. Batas pengumpulan karya ditetapkan pada 1 Juli 2026.

Pada tahap tersebut, mereka harus membuat video presentasi berdurasi 5-7 menit untuk memperlihatkan cara kerja tambang virtual yang dirancang. Integrasi robotik, otomasi, dan sensor pintar menjadi bagian dari konsep yang mereka tawarkan.

Dari proses itulah tim Indonesia akhirnya mengamankan posisi kedua dalam kompetisi yang diikuti puluhan tim dari 20 negara.

Puncak rangkaian kompetisi dijadwalkan berlangsung dalam International Conference on Fuel Supply Chain for Sustainable Nuclear Power Development di Markas Besar IAEA, Wina, Austria, pada 13-15 Oktober 2026.

Bagi keluarga Allan di Majalengka, kabar tersebut membawa kebanggaan tersendiri.

Dr. Andri Hermawan Somamihardja, M.T., ayah Allan, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih putranya bersama rekan satu tim.

“Alhamdulillah, saya sebagai orang tua dari Allan, putra daerah asal Majalengka dari SMAN 2 Majalengka, sangat bersyukur dan bangga atas prestasi tim ini,” kata Andri.

Menurut dia, capaian tersebut lahir dari kerja sama tim dan proses panjang yang mereka jalani selama kompetisi.

“Ini adalah hasil kerja keras, kekompakan, dan doa dari anak-anak semua di bawah bimbingan Ibu Dr.Sc. Bidhari Pidhatika,” ujarnya.

Andri berharap keberhasilan Allan dan rekan-rekannya tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk berani membawa karya dari daerah ke kompetisi internasional.

“Saya berharap capaian Allan dan kawan-kawan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa Indonesia lainnya, khususnya dari daerah, untuk berani bermimpi besar, terus berinovasi, dan berprestasi di tingkat dunia,” katanya.

Bagi Majalengka, keberhasilan Allan menambah satu cerita tentang anak daerah yang membawa nama kampung halamannya ke panggung internasional.

Anak Majalengka juga bisa mendunia.

Penulis: Taufik Hidayat
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Wawancara dengan Orang Tua Allan Sofyan Azis Somamihardja dan bahan informasi kompetisi

 

Komentar

News Feed