Min.co.id | Majalengka – Kobaran api tiba-tiba membesar di tengah rumpun bambu Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Rabu (16/9/2026) malam. Peristiwa sekitar pukul 21.00 WIB itu sempat membuat warga panik karena api membakar lahan seluas kurang lebih 700 meter persegi dan dikhawatirkan merembet ke permukiman.
Beruntung, api tidak sampai menjalar ke rumah warga. Sekitar satu jam setelah kebakaran diketahui, kobaran berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Api pertama kali diketahui Yatman (52), warga yang sedang melintas di sekitar lokasi. Ia melihat kepulan asap disusul kobaran api yang semakin membesar di antara rimbunnya rumpun bambu.
Yatman tak menunggu lama. Ia langsung mencari Kepala Dusun Blok Bongas Kidul untuk melaporkan kejadian tersebut. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Tak lama berselang, petugas bersama warga mendatangi lokasi. Personel Babinsa Koramil 1711/Sumberjaya, Polsek Sumberjaya, Satpol PP, perangkat desa, serta belasan warga kemudian berusaha menghentikan laju api.
Peralatan yang digunakan pun seadanya. Warga dan petugas menggunakan ember serta material basah yang ada di sekitar lokasi untuk membasahi bagian rumpun bambu dan menghambat penyebaran api.
Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Kobaran akhirnya berhasil dikendalikan sebelum mencapai kawasan permukiman.
Danramil 1711/Sumberjaya, Kapten Cke Bajuri, mengatakan dugaan sementara kebakaran berkaitan dengan kondisi kemarau dan cuaca ekstrem.
“Kebakaran diduga terjadi akibat cuaca ekstrem dan musim kemarau,” ujar Bajuri, Kamis (17/9/2026).
Meski api sudah padam, penyebab pasti munculnya titik api belum disebutkan. Tiga orang saksi di sekitar lokasi, yakni Yatman, Karyadi, dan Didi, telah dimintai keterangan.
Kerugian akibat kejadian tersebut sementara berupa lahan rumpun bambu yang terbakar dengan luas sekitar 700 meter persegi. Tidak ada laporan mengenai korban maupun kerusakan bangunan.
Kebakaran ini menjadi perhatian karena terjadi pada malam hari ketika kondisi lingkungan relatif kering. Di tengah musim kemarau, warga diminta lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu api, termasuk membakar sampah di lahan terbuka.
Aparat juga mengingatkan warga agar segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api. Langkah cepat pada saat api masih kecil dinilai penting untuk mencegah kebakaran berkembang dan mendekati permukiman.
Penulis: Taufik Hidayat Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Pendim 0617/Majalengka,Diolah Redaksi










Komentar