Tiga Bulan dalam Tiga Karung: Bantuan Beras Tiba di Balai Desa Mekarjaya

Min.co.id | Indramayu — Tiga karung beras menjadi bawaan sejumlah warga ketika meninggalkan Balai Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jumat (4/9/2026).

Bantuan tersebut bukan sekadar bahan pangan yang dibawa pulang. Bagi keluarga penerima, 30 kilogram beras menjadi tambahan persediaan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari setelah penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 dilakukan di desa tersebut.

Sejak kegiatan berlangsung, warga datang secara bergantian ke balai desa. Sebagian datang bersama anggota keluarga, sementara lainnya menggunakan kendaraan untuk membawa beras yang telah diterima.

Sebelum bantuan diserahkan, data penerima terlebih dahulu diperiksa oleh petugas. Setelah dinyatakan sesuai, warga menerima tiga karung beras dengan total berat 30 kilogram, kemudian membawanya pulang.

Penyaluran bantuan pangan itu merupakan bagian dari program Badan Pangan Nasional bersama Perum Bulog. Di Desa Mekarjaya, pelaksanaannya didampingi pemerintah desa dan sejumlah unsur terkait, termasuk Bhabinkamtibmas, Babinsa, perwakilan Bulog, serta perwakilan Kecamatan Gantar.

Kehadiran unsur tersebut berada pada sisi pengawasan dan pendampingan agar proses pengambilan berlangsung tertib serta mengacu pada data penerima yang digunakan dalam penyaluran.

Kuwu Mekarjaya, Sugianto, mengatakan pemerintah desa turut mendampingi proses tersebut agar warga dapat menerima bantuan sesuai data.

“Kami dari pemerintah desa membantu proses penyaluran supaya berjalan tertib dan lancar, warga menerima sesuai data yang sudah ditentukan,” ujar Sugianto.

Ia berharap beras yang diterima warga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

“Harapannya tentu bantuan ini bisa bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di rumah,” katanya.

Bagi warga penerima, beras yang dibawa pulang berarti tambahan stok pangan di rumah. Sebanyak 30 kilogram yang dialokasikan untuk tiga bulan tersebut setidaknya menjadi bagian dari persediaan keluarga di tengah kebutuhan pokok yang terus berjalan.

Setelah menerima bantuan, warga meninggalkan balai desa secara bergantian. Ada yang langsung pulang, ada pula yang terlebih dahulu menata karung beras bersama anggota keluarga sebelum melanjutkan perjalanan.

Penyaluran itu pun berakhir dengan warga membawa pulang bantuan masing-masing. Di balik proses administratif dan antrean di balai desa, tiga karung beras tersebut menjadi sesuatu yang lebih sederhana sekaligus penting: persediaan pangan yang bisa dibawa ke meja makan keluarga.

Penulis: Ade Nur
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Wawancara dengan Kuwu Mekarjaya Sugianto, diolah Redaksi

 

Komentar

News Feed