Min.co.id | Sumedang – Lima bulan tanpa jeda hujan membuat sebagian wilayah Jawa Barat menghadapi persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan berkurangnya air bersih. Vegetasi yang mengering juga meningkatkan kerentanan kawasan hutan dan lahan terhadap api.
Kondisi tersebut menjadi perhatian di kawasan Gunung Geulis, Kabupaten Sumedang. Polda Jawa Barat mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, Jumat (4/9/2026).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan kemarau yang berlangsung sekitar lima bulan telah menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekurangan air bersih. Kondisi lingkungan yang kering, menurut dia, juga perlu diwaspadai karena dapat memperbesar risiko kebakaran apabila terdapat sumber api.
“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, khususnya di tengah kondisi musim kemarau seperti saat ini. Jangan melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Hendra.
Aktivitas seperti membakar sampah, membuka lahan dengan cara dibakar, maupun meninggalkan sumber api di kawasan hutan dan lahan menjadi hal yang perlu dihindari. Puntung rokok yang dibuang sembarangan juga dapat menjadi sumber api apabila berada di lingkungan yang kering.
Polda Jabar meminta masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan untuk tidak menganggap remeh munculnya titik api. Jika menemukan indikasi kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan lebih awal.
“Jangan sampai hal-hal kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah kemudian menjadi penyebab kebakaran yang lebih besar. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan,” katanya.
Kewaspadaan menjadi semakin penting karena persoalan kemarau tidak hanya menyangkut kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari, tetapi juga kondisi lingkungan yang lebih mudah terbakar. Karena itu, pencegahan tidak sepenuhnya bergantung pada petugas, melainkan juga pada perilaku masyarakat saat beraktivitas di ruang terbuka.
Hendra mengajak warga di sekitar kawasan hutan dan lahan untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kepedulian masyarakat sangat penting agar wilayah Jawa Barat tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar,Diolah Redaksi








Komentar