Di Balik 30 Kilogram Beras, Ada Harapan 967 Keluarga Sukajadi Menjaga Dapur Tetap Mengepul

Min.co.id | Ciamis – Bagi 967 keluarga di Desa Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, 30 kilogram beras bukan sekadar angka dalam daftar penerima bantuan. Beras itu menjadi bagian dari persediaan pangan yang dibawa pulang untuk menopang kebutuhan keluarga selama tiga bulan.

Kamis, 2 September 2026, sejak pagi masyarakat penerima Bantuan Pangan Beras (Banpang Bulog) mendatangi Kantor Desa Sukajadi di Dusun Desa RT 01 RW 08. Penyaluran bantuan untuk periode Juli, Agustus, dan September tersebut berlangsung dengan pengawasan Bhabinkamtibmas Desa Sukajadi Polsek Ciamis, Bripka Asep Mochamad Fathulloh.

Sebanyak 967 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan dengan total 30 kilogram beras untuk masing-masing penerima. Di tengah proses pembagian itu, kehadiran polisi bukan untuk mengambil alih kegiatan desa, melainkan memastikan dari sisi keamanan agar masyarakat dapat menerima bantuan dalam suasana tertib.

Bantuan pangan memiliki arti yang sederhana sekaligus penting bagi keluarga penerima. Beras merupakan kebutuhan sehari-hari, sehingga bantuan yang diterima dapat membantu mengurangi sebagian beban pengeluaran rumah tangga.

Namun, penyaluran bantuan juga membutuhkan proses yang tertib. Banyaknya penerima membuat pengaturan di lokasi menjadi bagian penting agar masyarakat dapat mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah desa.

Di titik inilah Bhabinkamtibmas hadir. Selain memantau kegiatan, personel kepolisian juga berinteraksi dengan warga dan pemerintah desa selama proses penyaluran berlangsung.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Ciamis Kompol Alan Dahlan mengatakan, kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan penyaluran bantuan merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat.

“Polsek Ciamis melalui Bhabinkamtibmas akan terus melakukan pengawasan dan pengamanan dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk penyaluran bantuan pemerintah. Hal ini dilakukan agar kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan kondusif serta masyarakat dapat menerima bantuan dengan nyaman,” ujar Kompol Alan Dahlan.

Bagi Bhabinkamtibmas, kegiatan di desa bukan hanya berkaitan dengan pengamanan. Pertemuan dengan warga juga menjadi ruang untuk mengetahui berbagai informasi dan persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Karena itu, kehadiran Bripka Asep Mochamad Fathulloh dalam penyaluran bantuan sekaligus menjadi bagian dari komunikasi antara polisi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Kompol Alan Dahlan menyebut komunikasi tersebut penting untuk mempererat hubungan Polri dengan masyarakat sekaligus menjadi sarana menyerap informasi maupun aspirasi warga.

Dalam konteks itu, pengamanan tidak semata-mata berarti menjaga lokasi kegiatan. Kehadiran petugas juga diharapkan membuat masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan atau informasi yang mereka temui di lingkungannya.

Kepolisian mengimbau masyarakat penerima bantuan mengikuti mekanisme penyaluran yang telah ditetapkan. Warga juga diminta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya maupun provokasi yang dapat mengganggu ketertiban.

Seorang warga Desa Sukajadi yang menerima bantuan mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas selama proses penyaluran. Menurutnya, keberadaan petugas membuat masyarakat merasa lebih aman dan kegiatan pembagian bantuan berlangsung tertib.

Berdasarkan keterangan kepolisian, selama monitoring dan penyaluran bantuan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, lancar, dan kondusif.

Bagi 967 keluarga penerima, kegiatan itu pada akhirnya bukan hanya tentang datang, menerima beras, lalu pulang. Ada kebutuhan rumah tangga yang sedikit terbantu, ada rasa aman selama proses berlangsung, dan ada komunikasi yang terus dijaga antara masyarakat dengan aparat di tingkat desa.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, Diolah Redaksi

 

Komentar

News Feed