Min.co.id | Sukabumi – Di tengah hamparan perkemahan Selabintana, ribuan anak muda tidak hanya membawa perlengkapan untuk bermalam di alam terbuka.
Mereka datang dengan pengalaman yang lebih panjang untuk dibawa pulang belajar disiplin, bekerja sama, menghargai perbedaan, sekaligus memahami bahwa masa depan Indonesia pada akhirnya berada di tangan generasi mereka.
Sekitar 5.000 peserta berkumpul dalam Apel Akbar rangkaian Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 di Selabintana Camping Ground, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Di hadapan para peserta, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai kebangsaan dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Bagi peserta, perkemahan yang berlangsung 2 – 4 September 2026 itu bukan semata-mata soal mendirikan tenda atau mengikuti rangkaian kegiatan. Ada proses pembelajaran yang berlangsung melalui perjumpaan, kedisiplinan, kegiatan kelompok, pembinaan spiritual hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Kapolri menilai kegiatan kepanduan memiliki peran dalam pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, kedisiplinan dan kepemimpinan tidak cukup hanya dipelajari melalui teori, tetapi juga membutuhkan pengalaman langsung dalam kehidupan bersama.
“Generasi muda merupakan bagian penting dari masa depan bangsa. Karena itu, harus terus kita bekali dengan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, kepemimpinan dan semangat untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” kata Jenderal Listyo Sigit dalam sambutannya.
Pesan tersebut disampaikan di tengah pertemuan ribuan pelajar, mahasiswa, anggota Pramuka, pemuda dan guru yang mengikuti kegiatan nasional tersebut.
Kapolri juga menekankan pentingnya melihat perbedaan sebagai bagian dari kekuatan dalam membangun kebersamaan.
“Semangat kebersamaan seperti ini harus terus kita jaga. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.
Ketua Umum DPP PUI H Raizal Arifin memandang Kemah Nasional Pramuka PUI sebagai bagian dari proses kaderisasi generasi muda.
Menurut Raizal, kegiatan tersebut dirancang agar peserta memperoleh pengalaman mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, persaudaraan serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Kemah Nasional Pramuka PUI bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi bagian dari ikhtiar kaderisasi untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, kokoh spiritualitasnya, cinta Indonesia, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” kata Raizal.
Harapan itu kemudian diterjemahkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan peserta secara langsung.
Mereka mengikuti Jumpa Tokoh bersama Ketua Majelis Syura PUI KH Nurhasan Zaidi, Karang Pamitran bersama Kak H Nurhamid dari Kwarnas Gerakan Pramuka, KH Nurhasan Zaidi serta Dr KH Munandi Saleh.
Ada pula talkshow bertajuk “Bangga Menjadi PUI” yang menghadirkan Kak Irfan Ahmad Fauzi, Kak KH Maman Abdurrahman dan Kak Dr Kana Kurniawan.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada forum diskusi. Pembinaan spiritual juga menjadi bagian dari agenda melalui qiyamul lail, salat Subuh, tausyiah dan dzikir Misbahul Falah.
Sementara itu, kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui kegiatan Bakti Lingkungan.
Di sisi lain, kreativitas peserta mendapat ruang melalui berbagai kreasi, pentas seni hingga penampilan Drumband PUI.
Bagi penyelenggara, keberagaman kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang ingin dibangun. Peserta tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi dilibatkan dalam pengalaman bersama yang menuntut kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
“Pramuka bukan hanya tentang kegiatan di alam terbuka. Di dalamnya ada pendidikan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, persaudaraan, kecintaan kepada lingkungan, dan semangat pengabdian,” tutur Raizal.
Di hadapan peserta, Kapolri berharap pengalaman selama perkemahan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan kembali di sekolah, kampus, keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Kita berharap adik-adik sekalian tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, cinta tanah air, mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta siap menjadi pemimpin dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” tutur Kapolri.
Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti Pramuka PUI, pelajar, mahasiswa, Brigade Intisab, SCB, Pemuda PUI dan Guru PUI.
Raizal berharap pertemuan ribuan anak muda tersebut tidak berhenti sebagai kenangan dari sebuah perkemahan, tetapi menjadi pengalaman yang membentuk cara mereka melihat diri sendiri, lingkungan dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
“Kami berharap dari Kemah Nasional ini lahir generasi muda yang bangga menjadi bagian dari PUI, bangga menjadi Pramuka, mencintai Indonesia, serta siap mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa,” pungkasnya.
Dengan demikian, tenda-tenda yang berdiri di Selabintana bukan hanya menjadi tempat bernaung selama beberapa hari. Bagi para peserta, ruang terbuka itu menjadi tempat bertemu, belajar dan menguji nilai-nilai yang kelak harus mereka bawa kembali ke kehidupan sehari-hari.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar, Diolah Redaksi










Komentar