Min.co.id | Indramayu – Perhatian terhadap pelajar tak cukup hanya dengan aturan di ruang kelas. Di SMKN 1 Losarang, Selasa (1/9/2026) pagi, Satpol PP Kecamatan Losarang bersama Babinsa Koramil 1611/Losarang turun langsung melakukan monitoring sebagai langkah pencegahan sekaligus membangun komunikasi dengan para pelajar agar lingkungan pendidikan tetap aman, tertib, dan kondusif.
Kehadiran aparat gabungan di lingkungan SMKN 1 Losarang tidak diarahkan semata-mata untuk melakukan pengawasan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk melihat kondisi lingkungan pendidikan sekaligus memperkuat koordinasi antara aparat dan pihak sekolah dalam memberikan perhatian terhadap perkembangan para pelajar.
Di tengah masa sekolah yang menjadi salah satu fase penting pembentukan karakter, perhatian dari berbagai pihak dinilai diperlukan. Keluarga, sekolah, pemerintah, aparat, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membantu pelajar tumbuh dalam lingkungan yang aman serta terarah.
Anggota Babinsa Koramil 1611/Losarang, Koptu Andi Supriatna, mengatakan perhatian terhadap pelajar perlu dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, generasi muda merupakan bagian penting dari masa depan sehingga membutuhkan pendampingan, bukan sekadar pengawasan.
“Para pelajar adalah generasi penerus. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan perhatian dan mengarahkan mereka ke hal-hal yang positif,” ujar Andi.
Menurut Andi, keberadaan aparat di lingkungan sekolah diharapkan dapat membangun rasa aman sekaligus membuka komunikasi yang lebih dekat dengan kalangan pelajar.
Ia menilai pembinaan tidak harus selalu dilakukan melalui pendekatan yang kaku. Komunikasi yang baik justru dapat membantu pelajar memahami pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, serta pilihan-pilihan yang dapat memengaruhi masa depan mereka.
Sementara itu, Mantri Polisi (MP) Satpol PP Kecamatan Losarang, Umar, menjelaskan monitoring dilakukan sebagai bagian dari langkah pencegahan untuk menjaga suasana lingkungan pendidikan tetap kondusif.
Umar menegaskan, kehadiran petugas bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan pelajar. Pendekatan yang dikedepankan adalah memberikan perhatian dan mengingatkan para siswa agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat mengganggu pendidikan maupun merugikan masa depan mereka.
“Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti para pelajar. Kami ingin memberikan perhatian dan mengingatkan mereka agar tetap fokus pada pendidikan serta menghindari hal-hal yang dapat merugikan masa depan,” kata Umar.
Menurutnya, membentuk karakter generasi muda tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Peran keluarga dan lingkungan sekitar juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Karena itu, sinergi antarlembaga dinilai perlu dipertahankan agar persoalan yang berkaitan dengan pelajar dapat dicegah sejak dini melalui komunikasi dan pembinaan.
“Anak-anak ini adalah masa depan kita. Menjaga mereka bukan hanya tentang aturan dan kedisiplinan, tetapi juga tentang memastikan mereka mendapatkan perhatian dan arahan yang baik,” ujar Umar.
Kegiatan monitoring di SMKN 1 Losarang tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga lingkungan pendidikan tidak selalu harus menunggu munculnya persoalan. Kehadiran aparat di tengah masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus mendorong kesadaran bersama mengenai pentingnya perlindungan dan pembinaan generasi muda.
Pada akhirnya, perhatian terhadap pelajar bukan hanya tentang memastikan mereka tertib hari ini. Lebih jauh, kepedulian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama agar mereka dapat tumbuh, belajar, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Penulis: Wiwin Hidayat
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Wawancara dan peliputan langsung, diolah Redaksi










Komentar