Survei Tunjukkan Persepsi Penegakan Hukum Naik 10 Persen, Kapolda Jabar Minta Reskrim Tak Cepat Puas

Min.co.id | Bandung – Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja penegakan hukum di Jawa Barat disebut mengalami peningkatan. Hasil survei Tim Riset PR94 pada 24–25 Agustus 2026 menunjukkan persepsi positif masyarakat terhadap penegakan hukum dan keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) naik 10 persen dibandingkan hasil survei pada Juni 2026.

Temuan tersebut mendapat perhatian Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Fungsi Reserse Kriminal (Reskrim) yang dinilai turut berkontribusi melalui pelaksanaan tugas penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan pada Rabu (26/8/2026). Namun, bagi Pipit, peningkatan persepsi publik bukan alasan bagi jajaran kepolisian untuk berpuas diri.

“Sekali lagi, terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran personel Fungsi Reskrim. Data menunjukkan sudah ada peningkatan dari survei sebelumnya pada saat Commander Wish. Jangan berpuas diri, jadikan ini sebagai semangat dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat. Mari kita terus bekerja secara adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif dalam menjaga dan merawat Jawa Barat,” ujar Pipit.

Dalam bahan yang disampaikan Polda Jabar, peningkatan persepsi tersebut dikaitkan dengan sejumlah langkah kepolisian, antara lain intensifikasi patroli gabungan serta respons terhadap beberapa perkara yang mendapat perhatian masyarakat.

Kasus penyekapan perempuan, begal, dan peredaran obat-obatan keras terbatas (OKT) disebut menjadi bagian dari perkara yang mendapat penanganan jajaran kepolisian.

Meski demikian, angka peningkatan persepsi masyarakat tersebut tetap perlu dilihat sebagai salah satu indikator evaluasi, bukan satu-satunya ukuran keberhasilan penegakan hukum. Kualitas pelayanan, kecepatan merespons laporan, transparansi proses hukum dan rasa keadilan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Bagi jajaran Reskrim, hasil survei tersebut dapat menjadi bahan untuk melihat sejauh mana kinerja kepolisian dirasakan masyarakat. Evaluasi semacam itu sekaligus memberi ruang untuk mengidentifikasi pelayanan yang masih perlu diperbaiki.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan tugas kepolisian perlu terus diarahkan agar responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan berorientasi pada kepentingan publik.

Peningkatan persepsi positif dalam survei tersebut pada akhirnya bukan sekadar angka. Bagi kepolisian, tantangan berikutnya adalah mempertahankan kepercayaan yang mulai tumbuh melalui kinerja yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum tidak hanya dibangun melalui keberhasilan mengungkap perkara, tetapi juga melalui cara polisi menerima laporan, memberikan pelayanan, menangani persoalan secara profesional, dan memastikan hukum diterapkan secara adil.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jawa Barat,Diolah Redaksi

Komentar

News Feed