Min.co.id | Indramayu – Hamparan padi di Blok Suketbaju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, memasuki masa panen pada Rabu (26/8/2026). Panen perdana Masa Tanam II Musim Gadu tersebut sekaligus memperlihatkan penerapan mekanisasi melalui penggunaan Combine Harvester.
Berdasarkan hasil ubinan yang disebut dalam kegiatan tersebut, produktivitas lahan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) mencapai lebih dari 11 ton gabah per hektare.
Capaian itu menjadi salah satu gambaran potensi penerapan teknologi dalam meningkatkan produktivitas lahan. Namun, keberhasilan pertanian modern tidak semata-mata ditentukan oleh hasil panen, melainkan juga oleh efisiensi proses produksi, keberlanjutan budidaya dan manfaat yang diterima petani.
Panen di Desa Plosokerep dihadiri Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., bersama Bupati Indramayu Lucky Hakim, jajaran Kementerian Pertanian RI, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Jawa Barat, Forkopimcam Terisi, penyuluh pertanian dan kelompok tani.
Penggunaan Combine Harvester menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut. Mesin pemanen tersebut digunakan untuk mendukung proses panen sekaligus memperlihatkan bagaimana mekanisasi mulai diterapkan dalam sistem pertanian modern.
Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo mengatakan, capaian produktivitas di lahan PM-AAS menjadi dorongan untuk terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian.
“Kodim 0616/Indramayu siap terus mendukung dan mendampingi program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Pemanfaatan teknologi pertanian modern harus terus kita dorong agar produktivitas meningkat, petani semakin sejahtera dan swasembada pangan nasional dapat terwujud.”
Menurut Tulus, modernisasi pertanian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Teknologi dan mekanisasi perlu berjalan bersama dengan kemampuan petani, pendampingan penyuluh serta dukungan pemerintah agar penerapannya memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Bagi petani, penggunaan mesin dalam proses panen bukan sekadar perubahan alat kerja. Mekanisasi juga berkaitan dengan waktu pengerjaan, kebutuhan tenaga kerja dan efisiensi kegiatan di lapangan. Karena itu, penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan kondisi lahan serta kebutuhan petani.
Indramayu sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan aktivitas pertanian yang besar. Peningkatan produktivitas menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan pangan, tetapi tantangannya tidak berhenti pada produksi. Efisiensi usaha tani dan peningkatan kesejahteraan petani tetap menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Panen perdana PM-AAS di Plosokerep akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan memanen padi. Di hamparan sawah tersebut, teknologi dipertemukan dengan pengalaman petani dan dukungan berbagai pihak untuk mencari cara yang lebih efisien dalam menghasilkan pangan.
Hasil lebih dari 11 ton per hektare menjadi salah satu catatan dari panen kali ini. Sementara tantangan berikutnya adalah memastikan penerapan pertanian modern dapat terus berjalan, memberikan manfaat nyata bagi petani, dan mampu dipertahankan pada musim-musim berikutnya.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Pendim 0616/Indramayu,Diolah Redaksi










Komentar