Min.co.id | Tasikmalaya – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, penghargaan Galunggung Award 2026 digelar di Taman Geopark Batu Ampar, Lewissari, kawasan Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (18/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 tokoh dari berbagai kalangan se-Jawa Barat menerima penghargaan atas kontribusi dan dedikasinya di berbagai bidang, termasuk dalam pelestarian adat dan budaya.
Salah satu penerima penghargaan yakni Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda Jawa Barat. Ia dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Adat Budaya Jabar atas kontribusinya dalam mendukung pelestarian tradisi dan budaya Sunda melalui kegiatan kehumasan dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengaku sangat menghargai kegiatan Galunggung Award yang menurutnya menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai pihak yang selama ini ikut berkontribusi dalam menjaga kelestarian budaya.
“Yang pertama, terkait dengan kesan, kita sangat menghargai upaya pelestarian budaya dengan adanya apresiasi Galunggung Award ini. Ini merupakan kegiatan yang intinya adalah bagaimana kita melestarikan budaya Sunda dan budaya Nusantara yang memang sudah tua dan harus kita lestarikan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan berbagai kalangan dengan latar belakang profesi dan bidang yang berbeda. Penghargaan yang diberikan menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan kontribusi masyarakat dalam menjaga kebudayaan.
“Di sini kita berkumpul dengan berbagai kalangan dan juga ada reward buat mereka semua. Artinya, kita menghargai semua jasa, sekecil apa pun, yang ada di tanah air ini, khususnya di Pasundan,” katanya.
Ia berharap upaya pelestarian budaya dapat terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, pelestarian budaya juga sejalan dengan program Polda Jawa Barat yang mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan masyarakat.
“Pelestarian budaya ini tetap harus dijaga. Ini juga selaras dengan program dari Pak Kapolda Jabar, yaitu jawara: jaga, rawat Jabar” ungkapnya.
Ia menjelaskan, konsep tersebut menjadi bagian dari upaya untuk beradaptasi dengan lingkungan dan budaya setempat sekaligus membangun kolaborasi dalam menjaga kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
“Tentu saja kolaborasinya adalah untuk keamanan,” tambahnya.
Sementara itu, terkait penghargaan yang diterimanya sebagai Tokoh Adat Budaya Jabar, Hendra menyampaikan bahwa penghargaan tersebut tidak terlepas dari peran kehumasan dalam menyampaikan informasi mengenai tradisi dan budaya Sunda kepada masyarakat.
“Kebetulan saya mendapatkan penganugerahan sebagai Kabid Humas Budaya Jabar. Di sini kita melestarikan tradisi dan budaya Sunda. Kita lewat media, lewat berbagai kegiatan informasi kepada media, dan inilah yang kemudian menjadi salah satu bentuk penghargaan dari penyelenggara,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi penyelenggara Galunggung Award yang telah memberikan ruang bagi para tokoh dan penggerak budaya untuk mendapatkan penghargaan atas dedikasi mereka.
Hendra berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal, mencintai, dan ikut menjaga warisan budaya Sunda sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
“Terima kasih kepada penyelenggara Galunggung Award. Kita bisa bertemu dengan seluruh penggiat budaya yang ada di tanah Sunda ini. Hatur nuhun pisan,” pungkasnya.
Penulis: Taufik Hidayat
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Liputan Langsung










Komentar