Min.co.id | Jakarta – Pagi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sunter Jaya, Jakarta Utara, Sabtu (15/8/2026), diwarnai aktivitas yang berbeda dari biasanya.
Sejumlah warga tidak datang sekadar untuk menikmati ruang publik, tetapi membawa peralatan kerja untuk membersihkan, mengecat, menata, dan menghijaukan lingkungan.
Mereka bergabung dalam kerja bakti nasional bertajuk “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri” yang digelar DPP LDII untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut mempertemukan warga LDII dengan masyarakat sekitar, pemerintah setempat, TNI, dan Polri. Sejak pagi, mereka bergerak mengerjakan sejumlah bagian fasilitas publik yang membutuhkan pembenahan.
Ada yang mengecat fasilitas umum, menata area RPTRA, memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya, hingga menanam tanaman obat keluarga (TOGA) dan tanaman produktif.
Tidak ada sekat antara siapa yang memegang kuas, siapa yang menata tanaman, atau siapa yang membantu membersihkan lingkungan. Semuanya mengerjakan bagian masing-masing.
Sekretaris Umum DPP LDII, Tri Gunawan Hadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja bakti nasional yang telah dilaksanakan selama empat tahun berturut-turut. Setelah kegiatan simbolis di Sunter Jaya, gerakan serupa dilaksanakan warga LDII di berbagai daerah dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah setempat.
Menurut Tri Gunawan, kerja bakti tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Ada nilai kebersamaan yang ingin dipertahankan melalui kegiatan tersebut.
“Sekecil apa pun yang bisa kita lakukan, maka ayo kita lakukan,” kata Tri Gunawan saat menjelaskan gerakan penghijauan yang turut dilakukan dalam kegiatan tersebut.
Penanaman TOGA dan tanaman produktif menjadi bagian dari gerakan Go Green LDII. Selain membuat lingkungan lebih hijau, tanaman tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bagi Pemerintah Kelurahan Sunter Jaya, perubahan kondisi RPTRA menjadi salah satu hasil yang bisa langsung dilihat setelah kegiatan berlangsung.
Lurah Sunter Jaya, Lutfi Rachman, mengatakan pemerintah setempat akan melanjutkan perawatan fasilitas yang telah dibenahi. Selain fasilitas ruang publik dan bank sampah yang telah tersedia, pemerintah juga berencana membuat kolam gizi.
“Setelah kegiatan ini, tentunya maintenance dan perawatan berkala akan terus dilakukan,” ujar Lutfi.
Ia juga menilai penanaman TOGA sejalan dengan fungsi RPTRA sebagai ruang publik yang dapat menyediakan tanaman produktif dan bermanfaat bagi warga.
Apresiasi juga datang dari Danramil Tanjung Priok, Aprianto Mebdry. Menurutnya, kerja bersama yang dilakukan berbagai unsur tersebut membawa perubahan terhadap kondisi lingkungan RPTRA.
“Kondisi di sini kurang bersih, tapi dengan adanya kegiatan ini menjadi jauh lebih berubah, jauh lebih baik,” ungkap Aprianto.
Ia berharap kolaborasi semacam itu tidak hanya muncul ketika peringatan hari besar nasional. Menurutnya, kegiatan sosial yang dilakukan secara rutin akan memberikan manfaat lebih panjang bagi masyarakat.
Dari sebuah ruang publik, semangat kemerdekaan kemudian diterjemahkan dalam bentuk yang sederhana: membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas, menanam tanaman, dan bekerja bersama tetangga.
Tidak ada panggung besar dalam kerja bakti tersebut. Namun, di antara sapuan kuas, tanah yang digemburkan, dan fasilitas yang dibenahi, muncul bentuk lain dari perayaan kemerdekaan.
Sebab bagi masyarakat, kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan bendera. Ia juga dapat diisi melalui kepedulian terhadap lingkungan dan kesediaan untuk mengerjakan sesuatu bersama demi kepentingan orang banyak.
Gerakan “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri” pun diharapkan tidak berhenti setelah momentum HUT Kemerdekaan berakhir. Tantangannya justru bagaimana semangat tersebut tetap hidup ketika suasana perayaan telah kembali seperti biasa.
Penulis: Chandra
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Wawancara dan keterangan LDII Kota Kediri










Komentar