Dari Bumi Perkemahan ke Podium Penghargaan, Dua Prestasi UPTD SMPN 1 Losarang dalam Sepekan

Min.c.id | Indramayu – Piala belum lama meninggalkan arena perkemahan ketika penghargaan lain datang menghampiri. Dalam hitungan hari, UPTD SMPN 1 Losarang mencatat dua capaian sekaligus: Juara Umum LT-2 Pramuka dan Penyelenggara Pendidikan Dasar Lanjutan Terbaik.

Dua capaian itu bukan lahir dari satu panggung yang sama. Yang pertama ditempa di tengah kegiatan perkemahan, sementara yang kedua diberikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman sekolah, Senin (17/8/2026).

Bagi sekolah, rentetan penghargaan tersebut bukan sekadar soal piala atau piagam. Ada proses latihan, pembinaan, kedisiplinan dan kerja bersama yang berlangsung jauh sebelum nama sekolah disebut sebagai pemenang.

Tiga Hari di Bumi Perkemahan

Prestasi pertama diraih UPTD SMPN 1 Losarang dalam Lomba Tingkat Dua (LT-2) yang digelar Kwartir Ranting (Kwarran) Losarang dalam rangka HUT ke-65 Gerakan Pramuka.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 13-15 Agustus 2026, di Bumi Perkemahan Gebang Mahesa, Desa Pangkalan, Kecamatan Losarang.

Dalam kompetisi kategori Penggalang tingkat SMP tersebut, regu Pramuka UPTD SMPN 1 Losarang berhasil keluar sebagai Juara Umum.

Namun, hasil itu tidak muncul begitu saja. Sebelum turun ke arena perlombaan, para siswa menjalani proses latihan dan pembinaan. Mereka tidak hanya dituntut menguasai materi kepramukaan, tetapi juga belajar menjaga kekompakan, disiplin, ketangguhan dan kemampuan bekerja sebagai sebuah tim.

Kepala UPTD SMPN 1 Losarang sekaligus Mabigus Gudep 11.063/11.064, Roenah, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih anak-anak. Ini tentu bukan hasil kerja satu atau dua orang saja, tetapi merupakan hasil kerja sama antara siswa, pembina, guru, dan seluruh keluarga besar UPTD SMPN 1 Losarang,” ujar Roenah saat ditemui Min.co.id seusai upacara HUT ke-81 RI.

Bagi Roenah, piala bukan satu-satunya ukuran keberhasilan kegiatan Pramuka. Menurutnya, pengalaman selama mengikuti kegiatan justru menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter siswa.

“Yang paling penting bukan hanya juaranya. Dari kegiatan seperti ini anak-anak belajar disiplin, belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan belajar bagaimana menghadapi tantangan,” katanya.

Penghargaan Kedua Datang Dua Hari Kemudian

Belum lama setelah kembali dari bumi perkemahan, apresiasi kedua menghampiri sekolah tersebut.

Pada Senin (17/8/2026), Pemerintah Kecamatan Losarang memberikan penghargaan kepada UPTD SMPN 1 Losarang dalam kategori Penyelenggara Pendidikan Dasar Lanjutan Terbaik.

Penghargaan diberikan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dipusatkan di halaman UPTD SMPN 1 Losarang.

Bagi Roenah, penghargaan tersebut memiliki makna berbeda dengan kemenangan di LT-2. Jika prestasi Pramuka menjadi gambaran hasil pembinaan kegiatan ekstrakurikuler, penghargaan dari pemerintah kecamatan menjadi bentuk apresiasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

“Kami tentu mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Losarang yang telah memberikan apresiasi. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk mempertahankan dan meningkatkan apa yang sudah kami lakukan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik. Sekolah, kata dia, juga perlu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan karakter, bakat dan kemampuan bekerja sama.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan secara akademik, tetapi juga mempunyai karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab dan kemampuan untuk bekerja sama,” tuturnya.

Piala Boleh Bertambah, Tantangan Tetap Ada

Dua penghargaan dalam rentang waktu beberapa hari menjadi catatan positif bagi UPTD SMPN 1 Losarang. Namun, Roenah tidak ingin capaian tersebut membuat para siswa cepat berpuas diri.

Ia justru berharap prestasi tersebut menjadi pemantik agar siswa lain ikut berani mengembangkan kemampuan masing-masing.

“Kami berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak yang lain. Jangan merasa cukup dengan apa yang sudah diraih. Justru setelah mendapatkan prestasi, harus semakin semangat untuk belajar dan mengembangkan kemampuan,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada guru, pembina Pramuka, orang tua dan seluruh warga sekolah yang ikut mendukung proses pembinaan peserta didik.

“Terima kasih kepada seluruh guru, pembina, orang tua dan anak-anak yang sudah bekerja keras. Tanpa dukungan dan kerja sama semuanya, tentu pencapaian ini tidak akan bisa diraih,” ujarnya.

Dari bumi perkemahan hingga halaman sekolah tempat Sang Merah Putih dikibarkan, dua penghargaan tersebut memperlihatkan satu hal: prestasi tidak datang dalam semalam.

Ada siswa yang berlatih berulang kali, ada pembina yang mendampingi, ada guru dan orang tua yang memberi dukungan, serta ada lingkungan sekolah yang menyediakan ruang bagi anak-anak untuk tumbuh.

Di tengah peringatan 81 tahun kemerdekaan, pencapaian UPTD SMPN 1 Losarang akhirnya bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala. Lebih jauh, ia menjadi cerita tentang bagaimana pendidikan, disiplin dan kerja bersama perlahan mengubah latihan menjadi prestasi.

Penulis: Wiwin Hidayat
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Wawancara langsung dan peliputan lapangan

Komentar

News Feed