Min.co.id | Majalengka – Bunga ditaburkan, doa dipanjatkan, dan nama-nama para tokoh Gerakan Pramuka yang telah berpulang kembali dikenang. Di tengah persiapan menyambut Hari Pramuka, jajaran Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Majalengka memilih berhenti sejenak untuk menengok kembali jejak para pendahulunya.
Kegiatan ziarah makam tersebut berlangsung Kamis (13/8/2026), diawali di Makam Girilawungan, Majalengka, sebelum peserta menyebar ke sejumlah makam tokoh Gerakan Pramuka lainnya di wilayah Kabupaten Majalengka.
Ziarah dipimpin Kepala Pusdiklatcab Majalengka, Syarif Muhoyidin, dan diikuti jajaran Andalan Cabang, Andalan Ranting Majalengka, Andalan Ranting Sukahaji, serta Dewan Kerja Cabang (DKC) Majalengka.
Bagi peserta, kegiatan itu tidak berhenti pada prosesi doa dan tabur bunga. Ada pesan yang ingin dibawa pulang: pengabdian para tokoh Pramuka tidak seharusnya berhenti ketika mereka telah tiada.
Mengenang Mereka, Melanjutkan Pengabdian
Sesampainya di pemakaman, peserta terlebih dahulu melakukan persiapan sebelum bersama-sama memasuki area makam. Doa kemudian dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang semasa hidupnya ikut membangun dan mengembangkan Gerakan Pramuka di Majalengka.
Tabur bunga menjadi bagian akhir dari rangkaian penghormatan tersebut.
Syarif Muhoyidin mengatakan, ziarah menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu kepada generasi Pramuka saat ini.
“Ziarah ini bukan sekadar datang dan mendoakan mereka yang telah mendahului kita, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi penerus Gerakan Pramuka agar mampu melanjutkan perjuangan dan pengabdian para pendahulu,” katanya.
Pesan tersebut terasa relevan karena keberadaan Gerakan Pramuka di suatu daerah tidak dibangun dalam waktu singkat. Ada proses panjang dan keterlibatan banyak orang yang bekerja di balik perkembangan organisasi tersebut.
Mereka yang telah meninggal dunia meninggalkan lebih dari sekadar nama. Dedikasi, keteladanan, dan pengalaman selama menjalankan pengabdian menjadi bagian dari warisan yang dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
Doa di Makam, Refleksi untuk yang Masih Mengabdi
Suasana khidmat dan kekeluargaan mewarnai kegiatan tersebut. Para peserta mengikuti rangkaian ziarah dengan penuh penghormatan sebelum melanjutkan agenda ke sejumlah makam lainnya.
Bagi jajaran Kwarcab Majalengka, ziarah juga menjadi ruang refleksi bahwa perjalanan Gerakan Pramuka hari ini memiliki keterkaitan erat dengan perjuangan para pendahulu.
“Mengenang jasa, mendoakan para pendahulu, dan melanjutkan pengabdian untuk Gerakan Pramuka,” ujar Syarif.
Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa penghormatan kepada pendahulu tidak cukup dilakukan melalui seremoni. Nilai pengabdian justru akan terus hidup ketika generasi setelahnya mampu menerjemahkannya dalam tindakan dan karya.
Melalui ziarah tersebut, jajaran Pramuka Majalengka berharap semangat para tokoh yang telah berpulang tetap menjadi inspirasi bagi anggota Pramuka untuk terus berkarya, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, yang diwariskan seorang pengabdi bukan hanya nama di batu nisan, melainkan nilai yang tetap hidup pada mereka yang meneruskan perjuangannya.
Penulis: Taufik Hidayat
Editor: Redaksi min.co.id
Sumber: Peliputan dan keterangan kegiatan Kwarcab Gerakan Pramuka Majalengka








Komentar