Min.co.id | Indramayu – Bagi sebagian orang, malam menjadi waktu untuk beristirahat. Namun bagi para nelayan, malam justru menjadi awal perjuangan mencari nafkah di tengah laut.
Dalam gelapnya lautan, cahaya mercusuar selama ini menjadi penunjuk arah yang membantu mereka kembali ke daratan dengan selamat. Kini, ketika mercusuar di Eretan Kulon tidak lagi berfungsi akibat kondisinya yang roboh, sebagian nelayan mengaku kesulitan menentukan arah saat hendak pulang melaut.
Mercusuar selama ini memiliki peran penting sebagai sarana bantu navigasi pelayaran. Selain menjadi penanda posisi daratan, mercusuar juga membantu kapal maupun perahu nelayan menghindari kawasan berbahaya, terutama saat malam hari atau ketika cuaca kurang bersahabat.
Meski teknologi navigasi seperti Global Positioning System (GPS) telah banyak digunakan, tidak semua nelayan tradisional memiliki peralatan tersebut. Bagi sebagian nelayan yang menggunakan perahu kecil, keberadaan mercusuar masih menjadi penunjuk visual yang sangat membantu ketika kembali menuju dermaga.
Kondisi itulah yang kini dirasakan nelayan di Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu. Menurut keterangan sejumlah nelayan, mercusuar yang selama bertahun-tahun menjadi penanda arah kini telah roboh dan tidak lagi berfungsi selama lebih dari satu tahun.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang nelayan Eretan Kulon, Iwan (47), saat berdialog dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, dalam kunjungannya ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Bahari Eretan Kulon, Selasa (28/7/2026).
“Mercusuarnya sudah roboh, hilang. Sudah lebih dari satu tahunan,” ujar Iwan.
Menurutnya, ketiadaan mercusuar membuat nelayan kehilangan patokan visual ketika hendak merapat ke daratan, terutama pada malam hari.
“Kalau pulang dari laut terasa susah. Tidak ada patokannya. Kalau tidak hati-hati bisa kejauhan mendarat, tidak pas ke Baro Eretan,” katanya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ono Surono mengatakan akan mendorong agar pembangunan kembali mercusuar dapat diusulkan melalui mekanisme penganggaran pemerintah.
“Mudah-mudahan bisa masuk dalam anggaran perubahan dan direalisasikan tahun depan,” ujar Ono.
Ia menilai keberadaan mercusuar sangat penting sebagai salah satu fasilitas penunjang keselamatan aktivitas pelayaran, khususnya bagi nelayan tradisional yang setiap hari menggantungkan hidupnya dari laut.
Bagi masyarakat nelayan Eretan Kulon, mercusuar bukan sekadar bangunan di tepi pantai. Kehadirannya menjadi penunjuk arah yang memberikan rasa aman ketika kembali dari laut setelah berjam-jam menghadapi ombak dan cuaca yang tidak menentu. Karena itu, mereka berharap pembangunan kembali mercusuar dapat segera direalisasikan sehingga aktivitas melaut menjadi lebih aman dan nyaman.
Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi yang berwenang mengenai kondisi mercusuar tersebut maupun rencana perbaikannya.
Penulis: Wiwin Hidayat
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Wawancara dengan nelayan Eretan Kulon dan keterangan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono.










Komentar