Jangan Sampai Hak Peserta Tertunda! Kemnaker Ingatkan Tahap Akhir MagangHub 2026 Segera Dituntaskan

Min.co.id | Jakarta – Ribuan peserta Program Magang Nasional (MagangHub) Batch III Angkatan I kini memasuki fase penentuan. Menjelang penutupan resmi program pada 18 Juni 2026, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan seluruh peserta, mentor, dan operator penyelenggara magang untuk segera menuntaskan seluruh kewajiban administrasi agar hak-hak peserta, termasuk sertifikat, uang saku, dan kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi, tidak terkendala.

Di balik program magang yang telah mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri itu, tersimpan harapan besar agar generasi muda Indonesia tidak hanya memiliki pengalaman kerja, tetapi juga kompetensi dan daya saing yang mampu menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja modern.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker, Anwar Sanusi, menegaskan bahwa tahap akhir program merupakan bagian yang tidak kalah penting dari proses magang itu sendiri.

“MagangHub Batch III Angkatan I telah memasuki fase akhir. Kami mengingatkan seluruh peserta, mentor, dan operator penyelenggara magang untuk memastikan seluruh kewajiban program diselesaikan tepat waktu. Jangan sampai hak peserta, termasuk sertifikat dan pencairan uang saku, terkendala karena ada tahapan administrasi yang belum dipenuhi,” ujar Anwar Sanusi dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (16/6/2026).

Menurut Anwar, peserta wajib melengkapi sejumlah tahapan akhir, di antaranya mengisi presensi terakhir, menyelesaikan laporan harian, serta mengisi kuesioner evaluasi melalui sistem. Kuesioner tersebut menjadi salah satu syarat penting dalam proses penyelesaian program sekaligus pencairan uang saku tahap akhir.

Tak hanya peserta, mentor dan operator penyelenggara magang juga memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh proses berjalan lancar. Mentor diwajibkan memberikan persetujuan terhadap presensi dan laporan peserta, melakukan penilaian, serta melengkapi kuesioner evaluasi. Sementara operator bertugas menyiapkan sertifikat peserta, melaporkan penempatan dan sertifikasi kompetensi, serta menyelesaikan administrasi melalui sistem yang telah ditentukan.

Anwar menjelaskan, kelengkapan seluruh dokumen tersebut menjadi dasar pengajuan pencairan uang saku bulan keenam. Persyaratan itu mencakup persetujuan presensi, rapor bulanan, nilai akhir peserta, serta kuesioner dari peserta, mentor, dan operator.

“Kami berharap seluruh pihak memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memastikan tidak ada tahapan yang terlewat. Penyelesaian administrasi yang tepat waktu akan membantu proses penutupan program berlangsung lebih cepat dan tertib,” katanya.

Kemnaker sendiri telah menjadwalkan pencairan uang saku peserta pada 17–18 Juni dan 22–23 Juni 2026, sedangkan seremoni penutupan resmi Program MagangHub Batch III Angkatan I akan digelar pada 18 Juni 2026.

Bagi peserta yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian program, mereka akan memperoleh sertifikat magang sebagai bukti pengalaman dan kompetensi yang telah dijalani. Sementara peserta yang belum menyelesaikan program, namun telah mengikuti magang minimal tiga bulan, tetap akan memperoleh surat keterangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menariknya, setelah program berakhir, peserta yang dinyatakan lulus juga berkesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pendaftaran sertifikasi akan berlangsung pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026, dengan pelaksanaan uji kompetensi pada 13 Juli hingga 13 Agustus 2026 di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BBPVP/BPVP Kemnaker yang menyediakan 15 skema sertifikasi.

Bagi banyak peserta, program ini bukan sekadar tempat belajar di dunia kerja, tetapi menjadi pijakan awal untuk membangun masa depan dan meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Karena itu, Kemnaker mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut hingga tuntas.

“Magang bukan sekadar memenuhi durasi belajar di tempat kerja, tetapi menjadi sarana untuk membangun kompetensi, etos kerja, dan kesiapan memasuki pasar kerja. Karena itu, kami mengajak seluruh peserta menyelesaikan program ini dengan baik hingga tahap akhir agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” pungkas Anwar.

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, MagangHub hadir bukan hanya sebagai program pemerintah, tetapi sebagai jembatan yang menghubungkan mimpi para pencari kerja muda dengan peluang nyata di dunia industri.

Penulis: Achmad Suharya
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) – Diolah Redaksi

Komentar

News Feed